Hazard Terlahir Kembali

Hazard Terlahir Kembali

Doni Wahyudi - Sepakbola
Minggu, 06 Nov 2016 12:27 WIB
Hazard Terlahir Kembali
Foto: Clive Rose/Getty Images
London - Periode 2015/2016 adalah musim untuk dilupakan Eden Hazard. Tapi dia sudah terlahir kembali kini, menjadi bintang dan inspirasi Chelsea bersaing lagi menjadi juara.

Saat Chelsea menjuarai Premier League 2014/2015, Jose Mourinho menyanjung Hazard sebagai pemain terbaik setelah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Klaim Mourinho itu didasari atas performa Hazard dalam seragam The Blues ketika itu dan juga kontribusinya di timnas Belgia.

Tapi semusim berselang dia mengalami mimpi buruk. Empat gol yang dibuat di 2015/2016 cukup menjadi alat ukur seberapa menyulitkannya musim itu dan seberapa buruk penampilan dia di atas lapangan. Chelsea kehilangan gelar dan cuma bisa finis di posisi 10, kalah 31 poin dari Leicester City yang jadi juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut sudah berubah lagi di awal musim ini. Setelah melewati 11 pertandingan Premier League, Chelsea sudah bertengger lagi di posisi teratas. Hazard punya peran besar dalam sukses The Blues berada di sana.

Hazard mencetak dua gol saat Chelsea mengalahkan Everton 5-0 pada Sabtu (5/11/2016) waktu setempat. Itu menjadi gol ganda pertama dia sejak Februari 2014. Jika ditotal musim ini, Hazard sudah mencetak tujuh gol dan satu assist di Premier League. Hazard terlahir kembali.

[Baca Juga: Hantam Everton 5-0, Chelsea Kuasai Puncak Klasemen]

"Dia menjalani pertandingan yang impresif. Kita semua tahu dia pemain yang bertalenta. Saya lihat dia bekerja keras di dalam tim dan saya pikir rekan-rekannya sangat senang dengan ini," ucap Antonio Conte mengomentari performa pemainnya.

"Dia pemain yang komplet, saat dia bermain seperti ini - baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Dia harus melanjutkan (performanya) karena dia punya talenta hebat dan dia menunjukkan itu di setiap pertandingan," lanjut Conte di BBC.

Kemenangan telak atas Everton menjadi yang kelima secara beruntun didapat setelah Conte mengubah formasi timnya ke 3-4-3. Dalam kurun tersebut mereka mencetak 16 gol, mencatatkan clean sheet, dan kini berada di puncak klasemen.

[Baca Juga: Membedah Sistem Tiga Bek Chelsea ala Conte] (din/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads