Penyerang internasional Prancis itu kini bukan lagi pemain pilihan utama Arsene Wenger, meskipun berhasil mengantar negaranya menjadi finalis Piala Eropa lalu. Di lini depan, Wenger lebih memilih Alexis Sanchez yang sejatinya winger untuk dijadikan penyerang tengah.
Alhasil, Giroud baru membuat delapan penampilan di sepanjang musim ini, termasuk belum pernah turunkan sebagai starter di lima laga Premier League. Akan tetapi, langkah itu terbukti tidak salah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, itu mungkin," jawab Giroud, saat ditanya apakah ini adalah start musim terburuk dalam kariernya, kepada L'Equipe.
"Ketika aku menonton Arsenal dari bangku penonton, aku melihat sebuah tim yang bermain bagus dan memiliki start yang sangat baik di musim ini. Dan aku bilang kepada diriku sendiri bahwa keretanya pergi tanpa diriku jadi aku tidak boleh tertinggal terlalu juah."
"Pelatih bilang, dia mengagumi kekuatan dan karakterku. Aku tahu dia mendukungku. Tapi tetap saja ... itu tidak akan terus-terusan begitu atau sering-sering terjadi. Hal itu bisa membuat Anda lelah sendiri," lanjut pemain yang direkrut dari Montpellier itu.
"Melawan Sunderland [Arsenal menang 4-1], aku mencetak gol dengan dua sentuhan pertama. Itu tidak akan terjadi setiap hari. Awalnya aku berharap dimainkan melawan Tottenham Hotspur karena aku sudah menjalani dua pertandingan dengan baik. Akus sedikit kecewa, tapi aku bukan tipe orang yang mudah menyerah," lugas Giroud. (rin/din)











































