Kisah penolakan Eriksen ke Chelsea itu terjadi di kisaran 2008 silam. Kala itu Eriksen masih berusia 16 tahun dan baru akan memulai langkah besar di sepakbola.
Masih berseragam Odense Boldklub, gelandang yang kini jadi andalan tim nasional Denmark itu kemudian diincar sejumlah klub top Eropa termasuk Chelsea dan Ajax. Kabarnya Barcelona dan AC Milan juga berminat padanya waktu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Denmark, Anda dipastikan bermain kalau bagus. Tapi Ajax memainkan Anda kalaupun Anda tak punya mentalitas dan 100% mendukung itu," kata Eriksen kepada Fyens.
"Tidak masalah siapa Anda sebelumnya. Yang penting adalah menjadi lebih baik setiap harinya."
"Kalau saya waktu itu memilih Chelsea, maka situasi saya sekarang akan sepenuhnya berbeda. Saya yakin itu."
"Tentu saja Anda tak pernah bisa berkata tidak mungkin, karena saya akan mengerahkan 100 persen kalau saya memilihnya. Saya cuma merasa ada peluang lebih besar untuk gagal ketimbang sukses," imbuhnya seperti dikutip Standard.
Eriksen sudah menjadi pemain kunci Spurs sejak bergabung. Sejauh ini pemain 24 tahun itu sudah tampil 146 kali dengan mencetak 32 gol dan 36 assist seperti dicatat transfermarkt. (raw/rin)











































