Conte dan Guardiola sama-sama jadi pendatang baru di Premier League musim ini. Conte menjadi manajer Chelsea sementara Guardiola memilih menangani Manchester City.
Keduanya sama-sama datang dengan status sebagai pelatih top di liga sebelumnya. Conte membawa Juventus meraih tiga scudetto beruntun sebelum menjadi pelatih timnas Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sejauh ini kinerja Conte di Premier League sedikit lebih baik ketimbang Guardiola. Conte membawa Chelsea memuncaki Premier League dengan keunggulan satu poin atas City yang duduk di posisi ketiga.
Laju The Blues juga tengah oke usai memenangi tujuh laga beruntun dengan mencetak 17 gol dan hanya kebobolan satu gol. Wajar saja Conte begitu dipuji-puji, termasuk oleh manajer Juergen Klopp, yang menilai pria asal Italia itu punya level yang sama dengan Guardiola.
Tapi, Conte tidak sepakat dengan itu mengingat dia masih harus banyak belajar untuk mencapai level Guardiola.
"Pujian itu sangat bagus. Saya mendengar Klopp mengatakan ini karena kemungkinan melihat gaya saya di Juventus. Ini pujian bagus untuk saya," ujar Conte seperti dikutip Soccernet.
"Sulit untuk saya menilai diri saya. Saya lebih suka penilaian orang lain. Saya sangat tahu diri saya sendiri. Saya tahu bahwa asya banyak belajar di sepakbola untuk mencari solusi, saya menghabiskan banyak waktu saat bekerja, dan memberi tekanan kepada diri saya sendiri. Saya tidak tahu apakah saya selevel pelatih elit atau di level bawah," sambungnya.
"Pep meraih banyak trofi dalam kariernya. Dia memenangi trofi internasional, tidak hanya di Spanyol tapi juga di Jerman. Kini dia di Inggris. Dia seorang manajer top."
"Saya rasa saya masih harus bekerja keras dengan tim saya untuk mencapai level terbaik untuk kami. Dan tentu saja saya ingat banyak orang yang meragukan saya di sesi jumpa pers saya," tutupnya.
Kedua manajer untuk pertama kalinya bertemu musim ini saat City menjamu Chelsea di Etihad Stadium, Sabtu (3/12/2016) malam WIB nanti.
(mrp/din)











































