Hal itu dikatakan oleh Ian Wright, penyerang The Gunners periode 1991β1998, dalam kolomnya di The Sun ketika mengomentari dua kekalahan beruntun skuat Wenger di Premier League, masing-masing dengan skor 1-2 di markas Everton dan Manchester City.
Hasil-hasil itu turut membuat Arsenal kini berada di posisi empat dengan ketinggalan sembilan poin dari Chelsea di puncak klasemen dan cuma unggul empat angka dari Manchester United yang menempati peringkat enam papan klasemen sementara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehubungan dengan itu, Wright pun menyarankan Wenger agar benar-benar bisa melecut para pemainnya tampil lebih baik lagi. Alih-alih seperti membela performa buruk mereka ketika kalah dari Manchester City, dengan menuding bahwa gol-gol lawan lahir secara offside.
"Kita bisa saja terus berdebat sampai bulan Mei apakah gol Leroy Sane harusnya berlaku, juga gol Raheem Sterling. Faktanya gol tetap berlaku, titik. Dan apa Anda menilai para pemain tampil cukup bagus di babak kedua untuk bisa meraih hasil beda?" ucapnya.
Wright juga menilai bahwa yang menjadi masalah para pemain Arsenal saat ini bukanlah perkara kemampuan, melainkan tekad, semangat, kemauan, dan intensitas di atas lapangan, secara khusus dalam mencetak gol untuk menghabisi daya lawan.
"Mereka kalah di Everton dan dari City karena lawan mereka lebih menginginkan kemenangan. Lawannya bekerja lebih keras, lebih intens. Buat saya, itu yang paling merisaukan dan sebuah masalah yang mesti segera diatasi Arsene atau akan terlambat," ujar Wright.
Alexis Sanchez, imbuhnya, sudah tampil penuh energi dan bekerja keras dalam kekalahan di markas City. Tapi hal serupa tidak diperlihatkan rekan-rekan satu timnya.
"Dan mereka butuh untuk sekompak mungkin lebih daripada sebelumnya, tak ada tempat sembunyi usai kalah dari City. Itu mengapa mereka tak boleh, tak bisa, menjadikan keputusan wasit sebagai alibi kekalahan. Para pemain tak boleh beralasan dan jangan berpikir, 'Jika saja wasit menilai kedua gol itu offside maka kami takkan kalah'," tegas Wright.
"Kita semua bisa melihat apa yang akan terjadi. Semua brigade 'Arsene Out' bakal mulai bersuara, juga suara-suara mengenai 'Arsenal yang begitu-begitu lagi'. Satu-satunya cara menjawab hal tersebut adalah dengan unjuk gigi di atas lapangan. Perlihatkan kemampun. Tak boleh lagi ada kesalahan, penurunan dalam intensitas. Jalan itu sudah terlalu sering kami lewati dan sudah pasti saya tak senang kalau harus melewatinya lagi," bebernya.
(krs/mfi)











































