Pada pekan 15 Premier League, Arsenal menang 3-1 atas Stoke City yang datang bertamu dan berhasil memuncaki klasemen untuk kali kedua musim ini.
Akan tetapi, semenjak itu The Gunners malah menelan dua kekalahan beruntun yang kesemuanya dijalani di kandang lawan. Akibatnya Arsenal pun tergeser ke peringkat empat dengan selisih sembilan angka dari pemuncak klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wenger bukan hal asing dengan hal tersebut, setelah belum bisa kembali membawa Arsenal menjuarai Premier League semenjak 2003β04 lampau. Bicara mengenai hal itu, 'Le Professeur' menganalogikannya dengan situasi umum di masyarakat.
"Reaksi yang berlebihan menjelma jadi suara gema paling kencang; begitulah di lingkungan masyarakat," ucap Wenger seperti dilansir Telegraph.
"Anda punya lima kandidat untuk dipilih jadi Perdana Menteri, dan Anda akan memilih salah satunya pada hari Minggu. Orang-orang akan memilih satu. Anda menyelenggarakan pemilihan lain pada hari Minggu berikutnya dan orang-orang akan memilih kandidat lain. Kita harus menerima itu dan adanya reaksi berlebihan.
"Untungnya kita hidup di sebuah negara tempat semua orang bebas berpendapat. Kita harus menghormati itu. Saya bukannya bilang saya ini imun dari kritikan, tapi saya tak mau terlalu terpengaruh oleh kritikan tersebut. Kita harus fokus kepada apa yang mau kita capai; berusaha maksimal mewujudkannya dan selalu bersikap kritis kepada diri sendiri," sebutnya.
(krs/mrp)











































