Kritik tersebut dilontarkan Pearce setelah City kalah 0-1 di markas Liverpool dalam pertandingan Tahun Baru di Premier League. Itu merupakan kekalahan ketiga City dalam enam laga terakhir di ajang itu.
Menurut Pearce, jika kecenderungan negatif terus berlanjut maka The Citizens bukan cuma bisa terlempar dari persaingan memperebutkan gelar juara melainkan juga dalam perebutan posisi empat besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka tampil kurang siap lawan Liverpool dan sedari awal Liverpool berhasil memanfaatkannya. Mereka mengerjakan pekerjaan rumahnya dan memahami bahwa City akan berusaha bermain dari belakang. Setiap kali City melakukan itu, Liverpool langsung menyergap, mereka memenangi duel itu di babak pertama.
"Man City tidak siap untuk berjuang keras kemarin dan saya bisa melihat mereka terlempar dari empat besar jika tidak berhati-hati," sebutnya.
Kekalahan atas Liverpool, ditambah kemenangan Tottenham Hotspur dalam pertandingannya, membuat City kini tergeser ke peringkat lima papan klasemen meski punya poin setara dengan The Lilywhites. Dengan demikian City kini berjarak 10 angka dari Chelsea di puncak klasemen dan cuma unggul tiga angka dari Manchester united di posisi enam.
Pearce menduga bahwa apa yang terjadi kepada City saat ini tidak lepas dari kemungkinan bahwa Guardiola sudah terlampau percaya diri karena mengira persaingan di Premier League akan sama seperti ketika ia menangani Barcelona di La Liga atau Bayern Munich di Bundesliga.
"Kita semua tahu betapa bagusnya CV yang dimiliki Pep, tapi ia justru kesulitan untuk menyesuaikan di Inggris karena gaya permainan yang ia suka di Barca dan cara Bayern mendominasi liga, tak seperti itu di negeri ini," ucap Pearce.
"Ia sudah berusaha mengadaptasikan sejumlah elemen permainan dari yang biasanya ia sukai tapi timnya belum melakukannya dengan tepat dan cara main mereka sudah ketahuan pada beberapa kesempatan. Mungkin ia mendapati bahwa pekerjaan ini lebih sulit dari dugaan awalnya.
"Semua pertandingan di Premier League berat, tak ada yang memberi kemudahan, dan saya pikir ia tidak siap menghadapinya. Mungkin ia menduga akan meluncur mulus pada 60-70% liga, tapi di sini tak bisa seperti itu," tuturnya.
(krs/cas)