sepakbola

City di Luar Zona Nyaman Guardiola

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

City di Luar Zona Nyaman Guardiola


Okdwitya Karina Sari - detikSepakbola

Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine
Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine
Manchester - Josep Guardiola sudah menduga pekerjaannya di Manchester City tidak akan mudah. Namun, itulah yang memang dicari Guardiola.

Pelatih Catalan itu bergabung City pada musim panas lalu. Ekspektasi tinggi dihadapkan kepada dia setelah berbagai sukses yang dia raih bersama dua tim yang pernah ditanganinya sebelumnya: Barcelona dan Bayern Munich.

Selama membesut Barca, Guardiola membawa Lionel Messi dkk. menjuarai La Liga tiga kali dalam rentang empat musim serta dua trofi Liga Champions dan Copa del Rey. Sedangkan bersama Bayern, Guardiola tidak pernah gagal mempersembahkan titel juara Bundesliga dalam tiga tahun masa kerjanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, situasi sangat berbeda dialami Guardiola di Premier League. Guardiola, yang terbiasa superior bersama tim-tim sebelumnya, kini tercecer usai City berada di peringkat ketiga klasemen dengan selisih 7 poin dari Chelsea, yang masih punya satu laga di tangan.

Akan tetapi, kesulitan-kesulitan itu siap dihadapi Guardiola. Hanya saja, dia akan butuh waktu.

"Ketika saya datang ke sini orang-orang mengharapkan banyak hal dari saya dan staf saya karena kami sudah memenangi banyak gelar di masa lalu," ungkap Guardiola, yang dilansir Telegraph.

"Saya memutuskan untuk membuktikan diri saya dan untuk keluarga saya, pindah dari zona nyaman kami. Itulah mengapa saya memilih Manchester -- untuk membuktikan diri dan memiliki sebuah tantangan baru."

"Kalau orang-orang berpikir: 'Pep sudah di sini; City akan menang'. Tidak, itu bukanlah sesuatu yang bisa Anda pilih sesukanya. Anda perlu banyak hal untuk diubah dan kami sedang dalam proses untuk melakukannya. Gila kalau bepikir saya akan mengubah segalanya," sambung Guardiola.

"Saya datang untuk belajar. Itulah mengapa saya pindah. Saya datang untuk belajar. Kalau saya tidak menyukainya, saya masih akan tetap di Barcelona," lugas dia.


(rin/din)











Hide Ads