Arsenal belum pernah lagi bisa menjuarai Premier League sejak 2004 dan sejauh perjalanan musim 2016-17 belum ada tanda-tanda bahwa paceklik tersebut akan berakhir.
Sampai dengan 20 pertandingan musim ini, The Gunners menempati peringkat lima papan klasemen sementara Premier League. Di laga terakhir, Arsenal ketinggalan tiga gol duluan sebelum memaksakan skor 3-3 lawan Bournemouth.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat Premier League dan enam tim teratas, Man United, Man City, Chelsea, Liverpool, Spurs, Arsenal. Lima dari mereka sudah memakai apa yang saya sebut manajer-manajer digital. Kami masih punya seorang manajer analog yang kepayahan bersaing di era digital. Sesederhana itu.
"Wenger 20 tahun lebih tua daripada kebanyakan manajer sekarang. Usianya sudah terlihat benar. Ia tampak seperti seseorang yang sudah babak-belur setelah bertahun-tahun mengalami kegagalan selepas delapan tahun awalnya yang sukses. Dan itu belum berubah.
"Saya tegaskan ke penggemar Arsenal: sampai kapan kita membiarkan manajer-manajer top tersedia di bursa dan tak merekrutnya? Sempat ada kans merekrut (Pep) Guardiola, (Juergen) Klopp, (Antonio) Conte. Sosok-sosok itu bisa didatangkan dalam 6-7 bulan terakhir dan kami melewatkan mereka semua karena Wenger menolak pergi," sebutnya.
(krs/krs)











































