Sejarah mencatat Manchester United dan Liverpool pertama berhadapan pada 28 April 1894 silam. Liverpool ketika itu mengalahkan MU (yang masih memakai nama Newton Heath) dengan skor 2-0.
Hingga pertemuan terakhir kedua tim di 2016 lalu, yang tuntas 0-0, sudah ada 197 duel terjadi di berbagai ajang. Hasilnya, MU unggul dengan 79 kemenangan, berbanding Liverpool yang mengumpulkan 65 kemenangan. Sementara 53 lainnya tuntas dengan hasil imbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikerucutkan sejak era Premier League, Bleacher Report mengumpulkan sosok-sosok yang dianggap paling dibenci oleh masing-masing kubu dalam rivalitas Manchester United dan Liverpool. Ini daftarnya:
Luis Suarez
Foto: Alex Livesey/Getty Images
Ada banyak alasan kenapa MU dan seluruh pendukungnya membenci Suarez. Yang pertama adalah karena dia striker brilian yang (sayangnya) harus bermain di klub seteru.
Pendukung MU tak akan mudah melupakan aksi gemilang Suarez saat dia melewati tiga pemain belakang 'Setan Merah' di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang melewati kiper Edwin van der Sar dan diteruskan menjadi gol oleh Dirk Kuyt.
Hal lain yang membuat striker asal Uruguay itu jadi musuh fans MU adalah soal aksi rasialnya pada Patrice Evra. Di tahun 2011 FA mendakwa Suarez telah melontarkan kata-kata bernada penghinaan rasial pada Evra.
Kejadian itu kemudian berbuntut panjang. Salah satunya adalah sikap kubu Liverpool yang terus memberikan dukungan pada Suarez dengan kaus yang dipakai sebelum pertandingan. Sementara di pertemuan MU dengan Liverpool selanjutnya Suarez menolak berjabat tangan dengan Evra.
Patrice Evra
Foto: Shaun Botterill/Getty Images
Meskipun komite independen yang dibentuk FA menyatakan Suarez bersalah atas serangan rasial pada Evra, banyak pendukung Liverpool yang tak sependapat. Ada keyakinan kalau semua Evra cuma mengada-ada soal serangan rasial yang dilakukan Suarez.
Maka wing back asal Prancis itupun berulang kali dapat sorakan cemoohan dari Liverpudlian, terutama saat bermain di Anfield.
Sebagaimana MU membenci Suarez karena dia begitu hebat menjebol gawang, kebencian fans Liverpool pada Evra diyakini punya landasan yang sama. Evra adalah bagian penting dari permaina MU sepanjang dia menetap di Old Trafford.
Sembilan tahun berseragam Setan Merah, dia mempersembahkan lima trofi Premier League.
Gary Neville
Foto: Clive Mason/Getty Images
Gary Neville punya semua atribut untuk sangat dibenci Liverpool. Dia cinta mati dengan MU, menghabiskan sepanjang kariernya di sana, dan bahkan menjadi kapten. Neville tumbuh besar menyaksikan pertandingan-pertandingan MU, di mana ketika itu Liverpool lah yang mendominasi Inggris dan Eropa.
Namun saat menjadi pemain profesional, dia berhasil membawa MU mematahkan dominasi Liverpool. Lebih dari itu, dia juga mengantar klubnya mengalahkan jumlah trofi juara liga 'Si Merah'.
Suporter Liverpool punya chant khusus untuk Neville. Jumlahnya ada beberapa dan bisa dengan mudah Anda temukan di Youtube.
Neville juga dianggap pernah membuat masalah saat dia mencetak gol ke gawang Liverpool dan merayakannya di depan pendukung The Reds dengan mencium logo MU di jersey.
Steven Gerrard
Foto: Alex Livesey/Getty Images
Sama seperti Neville, Steven Gerrard punya banyak potensi untuk dibenci MU dan seluruh pendukungnya. Selama lebih dari satu dekade dia menjadi simbol di Anfield.
Terlepas dari tiadanya gelar Premier League yang diraih, Gerrard jadi sosok yang merepresentasikan Liverpool di era 2000-an. Apalagi dia dia sempat mengukuhkan keunggulan Liverpool atas MU di Eropa saat mengantar timnya menjuarai Liga Champions di 2004.
Namun sebuah kejadian di jelang akhir kariernya di Liverpool membuat dia akan jadi olok-olok pendukung 'Setan Merah'. Chant 'dia memberikannya pada Demba Ba' bakal lama bergaung di Old Trafford - merujuk pada kejadian terpelesetnya Gerrard dalam momen perebutan juara dengan Chelsea di musim 2013/2014.
Fakta lainnya: Gerrard dapat kartu merah pada laga terakhir dia menghadapi MU.
Michael Owen
Foto: Alex Livesey/Getty Images
Pada awalnya dia dibenci pendukung MU, tapi kemudian jadi musuh buat Liverpudlian. Michael Owen jadi satu-satunya sosok dalam daftar ini yang dibenci (dan juga dicintai) oleh kedua tim.
Liverpool berharap sangat banyak pada Owen saat dia mulai menapaki karier profesional. Menjadi jebolan akademi sendiri dan kemudian tampil gemilang di Piala Dunia 1998, masa depan Liverpool bersama Owen sepertinya akan cerah.
Tapi cedera menghapus mimpi-mimpi itu, sampai akhirnya Owen mematahkan hati pendukungnya dengan pidah ke Real Madrid. Tapi bukan itu kejutan terbesarnya, di tahun 2009 Owen resmi menjadi pemain Manchester United.
Bersama MU, Owen berhasil memenangi satu titel Premier League. Fans MU pun menciptakan chant lain: Owen punya satu, Gerrard masih nol.
Setelah pensiun, Owen ternyata kembali ke Liverpool menjadi duta klub tersebut. Jadi terserah Anda mau bersikap apa padanya kini.
Wayne Rooney
Foto: Michael Regan/Getty Images
Mantan rival sekota yang kemudian membela musuh bebuyutan. Wayne Rooney tentu saja sangat dibenci pendukung Liverpool.
Tumbuh sebagai Evertonian (pendukung Everton), Rooney memulai karier profesionalnya bersama The Toffees. Masih berusia sangat muda, dia kemudian pindah ke Manchester United. Kombinasi dua klub yang paling dibenci Liverpudlian.
Saat MU menjuarai Liga Inggris untuk kali ke-19, mematahkan rekor sebelumnya milik Liverpool, Rooney mencukur bulu dadanya membentuk angka 19. Silakan tanya pendukung Liverpool betapa menyebalkannya hal itu.
Howard Webb
Foto: Ben Radford/Getty Images
HOWARD WEBB
Menurut legenda, Howard Webb adalah pendukung Manchester United.
Benar atau tidaknya itu tergantung sudut pandang masing-masing. Yang jelas 'legenda' itu muncul di musim 2011, setelah duel MU dengan Liverpool.
Sebabnya adalah Webb memberi penalti pada Dimitar Berbatov (sebuah keputusan yang dianggap kontroversial), plus kemudian mengartu merah Steven Gerrard.
Usai laga tersebut Ryan Babel melalui akun Twitternya memposting foto Webb. Bukan sembarang foto, karena foto itu bergambar Webb tengah memakai seragam MU. Babel tentu saja dihukum FA, tapi legenda itu sudah terlanjur tercipta.
Foto: ist. |
(din/cas)











































Foto: ist.