Hal itu menjadikan MU sebagai klub Inggris pertama yang menempuh langkah tersebut. Dilansir Reuters, posisi tersebut diisi oleh mantan inspektur dari unit pencarian spesialis Kepolisian Greater Manchester, yang tidak disebutkan namanya.
Si manajer anti-terorisme itu disebutkan bekerja sama dengan tim keamanan klub, dengan menitikberatkan pada penangkalan aksi terorisme dan peningkatan keamanan unum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di akhir musim 2015-16, MU pernah digemparkan dengan ancaman terorisme jelang pertandingan melawan Bournemouth. Menyusul ditemukannya sebuah paket mencurigakan di toilet Old Trafford.
Alhasil, penonton yang telah berada di stadion dievakuasi sedangkan pertandingan terpaka dibatalkan.
[Baca Juga: Blunder Bom Palsu yang Membuat Seisi Old Trafford Dievakuasi]
Namun setelah dilakukan penyelidikan, paket itu rupanya hanyalah sebuah bom palsu yang tertinggal usai digunakan dalam latihan keamanan. (rin/din)











































