Kisah itu terungkap ketika pekan ini Hillingdon Borough, klub pertama Bolasie, tampak dibelit masalah sampai-sampai berencana mundur dari kompetisi Spartan South Midlands League.
Kabar itu diketahui Bolasie yang kini sedang memulihkan diri dari cedera lutut. Ia pun langsun turun tangan ingin membantu, membuat Hillingdon Borough pada prosesnya memastikan bakal lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia hendak mencari tahu apa yang terjadi dan bagaimana dirinya bisa membantu. Tapi masalahnya bukanlah finansial. Kami punya lapangan sendiri dan mendapat dana dari menyewakan fasilitas yang kami miliki. Kami cuma merasa minimnya dukungan buat klub dan secara umum sepakbola Non-League," tuturnya.
Well done @YannickBolasie on helping @officialHbfc in their hour of need! ππ½ππ½ππ½ pic.twitter.com/yODmvRRMOx
β Leon Mann (@Leon_Mann) 18 Januari 2017
Dari Dee Dhand pula akhirnya terungkap kisah mengenai Bolasie yang dibayar pakai hamburger saat pesepakbola Republik Demokratik Kongo itu bergabung pada 2006.
"Saya dulu ingin merekrutnya dengan bayaran 20 poundsterling per pekan, tapi yang lain tidak setuju," ucapnya.
"Pada akhirnya saya memberinya sebuah hamburger untuk setiap gol. Satu kali ia pernah langsung mencetak delapan gol, jadi ia pun membagi hamburgernya itu dengan rekan-rekan satu timnya," beber Dee Dhand.
Bolasie sendiri tidak berkilah bahwa kisah itu memang benar pernah terjadi. Ia justru menyatakan bahwa kisah-kisah unik semacam itu dulu banyak terjadi, walaupun tidak merincinya lebih jauh.
"Saya selalu gembira bisa membantu salah satu bekas klub. Saat ini mereka butuh dukungan sehingga saya cuma ingin berkontribusi," ucap Bolasie di EvertonFC.com.
"Memang benar mereka dulu membayar saya pakai hamburger. Ada banyak kisah-kisah semacam itu di masa lalu," ceplosnya.
(krs/cas)











































