Menjamu Swansea di Anfield, Liverpool dipermalukan dengan skor akhir 2-3. Hal yang lebih buruk ialah, The Reds sempat tertinggal dua gol lebih dulu dari sepasang gol Fernando Llorente di awal babak kedua.
Usai dibobol Swansea tiga kali, Liverpool berarti sudah kebobolan 27 gol di Premier League yang terbanyak kedua setelah Manchester City di antara tim-tim enam besar, sekalipun menjadi yang tersubur (51 gol).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak sedikit yang menilai buruknya pertahanan Liverpool karena faktor kiper yang kurang mumpuni. Namun, Klopp mengira permasalahan itu bukan soal itu.
"Gol-gol yang bersarang di gawang kami di 2017 merupakan cerita lama," kata manajer Liverpool itu yang dilansir Sky Sports. "Pengaruh lemparan ke dalam sedikit terlalu besar pada gol-gol yang bersarang di gawang kami."
"Itu bukannya karena banyak tim menciptakan banyak peluang saat melawan kami. Itu masih sebuah pertanda bagus. OK, Manchester United menciptakan banyak peluang, tapi saya pikir itu alamiah. Tapi biasanya, tim-tim lawan tidak menciptakan banyak peluan dan masih tetap bisa mencetak gol," lanjut Klopp.
"Beberapa pekan lalu, semua orang membicarakan tentang kiper. Itu tidak ada pengaruhnya pada gol-gol yang bersarang di gawang kami saat ini. Kami tidak bisa bilang karena bek-bek tengah. Sangat sering, kesalahan-kesalahan di akhir pertandingan terjadi di area ini," simpul eks pembesut Borussia Dortmund ini.
Liverpool akan menghadapi partai penentuan di Piala Liga Inggris, Kamis (26/1) dinihari WIB. Setelah dikalahkan Southampton 0-1 di semifinal leg pertama, Liverpool butuh kemenangan dengan selisih dua gol untuk maju ke final. (rin/krs)











































