Piala FA kerap menjadi kompetisi yang menghadirkan kejutan. Tak jarang tim-tim dari divisi bawah membalikkan prediksi dengan menyingkirkan tim dari divisi teratas.
Terakhir, Liverpool yang menjadi korbannya. The Reds disingkirkan tim dari divisi Championship, Wolverhampton Wanderers, di babak keempat setelah kalah 1-2, Sabtu (28/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan tersebut didapat secara dramatis lewat kebangkitan di babak kedua. Son Heung Min lantas menjadi pahlawan kemenangan Spurs lewat golnya di penghujung masa injury time.
Melihat perjuangan Spurs itu, Pochettino kini mengerti mengapa Piala FA menjadi kompetisi yang unik.
"Ketika saya tiba di Inggris empat tahun lalu, sulit bagi saya untuk memahami kesaktian Piala FA, tapi sekarang saya menyadari ini adalah kompetisi yang spesial," ujar Pochettino seperti dikutip dari Sky Sports.
"Saya pikir ini adalah yang paling spesial di dunia karena Anda tidak bisa menirunya di Spanyol atau Prancis atau Italia, gairah yang sama, kesamaan di lapangan, cara tim kecil dari League Two seperti Wycombe bisa menarik."
"Mereka percaya mereka bisa mengalahkan kami dan itulah yang penting. Piala FA menciptakan perasaan itu dan itu fantastis," katanya.
(nds/rin)











































