Gabriel jadi pendatang baru di skuat City Januari ini setelah menyelesaikan kontraknya bersama Palmeiras. Baru berusia 19 tahun dan datang dari Liga Brasil, yang notabene jauh berbeda iklim kompetisinya, membuat Gabriel diragukan bisa langsung nyetel dengan tim.
Apalagi City punya sederet pemain berkualitas di lini serang. Selain Aguero, City masih punya Nolito, Leroy Sane, Kelechi Iheanacho, dan Kevin De Bruyne.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hebatnya, Gabriel mencetak tiga gol dan dua assist, termasuk dua golnya ke gawang Swansea City dan membuat manajer Pep Guardiola sampai mencadangkan Aguero di dua laga terakhir.
[ Baca juga: Gabriel Jesus: Sang Penyelamat untuk City ]
Wajar saja kini banyak yang mengelu-elukan Gabriel sebagai bintang baru City dan diharapkan bisa membantu tim bersaing dengan Chelsea di jalur juara.
Namun, Gabriel kini juga dihadapkan pada tantangan lain, soal apakah dia bisa konsisten tampil bagus atau tidak, mengingat persaingan di City dan khususnya Premier League, begitu ketat dan cenderung "kejam".
"Dia sangat gembira setelah pertandingan itu - dia dalam momen yang bagus. Fantastis tentunya ketika Anda datang ke Inggris dan bikin tiga gol dari tiga pertandingan, dua assist. Semoga saja dia bisa mempertahankannya," ujar bek City, Pablo Zabaleta, seperti dikutip Soccernet.
"Jika manajer memutuskan memainkan keduanya bersamaan, mereka (Aguero dan Gabriel) bisa melakukannya. Tapi kami bermain dengan skema 4-3-3 dengan satu striker tengah, dua pemain sayap melebar. Itulah mengapa mungkin saat ini kami hanya memainkan salah satu dari mereka," sambungnya.
"Saya dengar Gabriel juga bisa bermain di sisi kiri. Jujur saya belum banyak melihat dia di posisi itu tapi mungkin dia bisa bermain di posisi itu," tutupnya.
(mrp/mrp)











































