Liverpool menang 3-1 saat menghadapi Arsenal di Anfield, Minggu (5/3/2017) dinihari WIB. Gol dari Roberto Firmino dan Sadio Mane membawa Liverpool unggul 2-0 di paruh laga.
Danny Welbeck sempat menghidupkan peluang Arsenal di awal babak kedua. Tapi Georginio Wijnaldum lantas membunuh peluang lawan di menit-menit akhir dengan golnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tiga poin yang berarti besar. Ini mirip dengan laga melawan Spurs (menang 2-0) dan kami sejak awal tahu bahwa kami harus menampilkan performa terbaik," kata Lallana kepada BT Sport.
"Kami membiarkan orang-orang terpuruk pada Senin lalu dan ini sedikit membuat keadaannya lebih baik. Kami masih punya 11 partai masif untuk meraih sesuatu," imbuhnya seperti dikutip Soccerway.
Unggul 2-0 di babak pertama, Liverpool sempat berbalik tertekan di babak kedua hingga kebobolan satu gol. Satu gol itu pula yang disebut Lallana membuat timnya meningkatkan kembali kewaspadaan dan level.
"Kami masuk ruang ganti di jeda babak unggul 2-0, merasa puas dengan bagaimana kami tampil tapi situasinya berubah di babak kedua. Mereka punya para pemain top di bangku cadangan dan Sanchez masuk dan meningkatkan permainan mereka," katanya.
"Tapi itu menunjukkan bahwa di laga seperti ini Anda tak bisa menelan sesuatu mentah-mentah. Kami harus bekerja keras di kedudukan 2-1."
"Kami masih muda dan sedang belajar, kami kecewa dengan konsistensi kami sejak Natal dan perlu membenahinya. Tapi kalau kami terus melaju di jalur yang kami lalui, kami bergerak ke arah yang tepat," demikian Lallana. (raw/nds)











































