Diouf: Saya Ingin Seperti Cantona
Minggu, 24 Apr 2005 15:13 WIB
Jakarta - Striker Bolton Wanderers El Hadji Diouf mengaku ingin karir sepakbolanya berakhir seperti Eric Cantona. Meski sering bermasalah, Diouf ingin masuk Premiership Hall of Fame.Diouf selama ini memang dikenal sebagai pemain yang sering berulah. Tahun lalu Diouf sempat menerima hukuman empat pertandingan Federasi Sepakbola Afrika (CAF) karena membentak wasit saat Senegal menghadapi Tunisia.Di Liga Inggris namanya juga sering diselidiki karena semburan ludah maupun sisa air minum dari mulutnya kerap menjadi sorotan, baik itu yang mengarah langsung ke pemain lawan atau ke arah penonton. Akibat ludahnya terhadap bek Portsmouth Arja de Zeeuw Desember lalu, Diouf juga dikenakan sanksi tiga pertandingan.Meski menyadari kebiasaannya itu sering memicu masalah, namun mantan pemain Lens itu tidak merasa Tertekan. Bagi striker berusia 24 tahun itu, ulahnya tidak akan berarti apa-apa jika dirinya memiliki prestasi seperti Cantona."Saya ingin meniru Eric Cantona. Jika Cantona datang ke Inggris dengan berbagai masalah di awal karirnya dan kemudian mampu mendapatkan simpati fans, maka saya pun bisa," ujar Diouf seperti dilansir Sky, Minggu (24/4/2005).Cantona hingga saat ini masih dikenal dengan "tendangan kungfu" yang di lakukannya terhadap suporter Crystal Palace. Akibatnya pemain Prancis itu sempat dihukum delapan bulan. Namun di akhir karirnya Cantona justru mendapat simpati dari para pecinta sepakbola Inggris dan masuk dalam Premiership Hall of Fame."Cantona merupakan pemain yang sangat saya hormati. Dia juga adalah seorang yang melakukan kesalahan, tetapi tetap dikenang dengan penghargaan yang sangat besar dari pada suporter. Itulah tujuan saya saat ini, saya tidak ingin meninggalkan Inggris dengan cap sebagai pembuat masalah," tegasnya. (lom/)










































