Sane membuktikan diri mampu menjadi pemain kunci bagi City sejak pindah dari Schalke tahun lalu. Sepanjang musim ini, striker 21 tahun itu telah mencetak sembilan gol untuk City dalam semua ajang.
Penampilan itu menjadi bukti peningkatan pesat Sane di City. Bahkan, namanya masuk daftar nomine penghargaan Pemain Muda Terbaik PFA. Dia bersaing dengan Dele Alli (Spurs), Jordan Pickford (Sunderland), dan Michael Keane (Burnley).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya masih muda dan mungkin ketika saya bermain menghadapi klub yang lebih besar di liga ini, saya berfikir, 'Oke, mereka lebih bagus ketimbang saya," ungkap Sane seperti dikutip Telegraph.
"Bisa jadi karena saya sedikit takut di awal musim ini karena saya saya bersama tim baru di negara baru, dan saya tak mengetahui apapun soal liga ini. Tapi kemudian Pep bilang kepada saya, 'Bermainlah seperti kamu bermain di Schalke dengan rasa bebas," tutur dia," tutur dia.
Sane menyebut Guardiola memang sosok kunci peningkatan performa itu. Selain masalah teknik, Guardiola juga memberinya rasa relaks.
"Dia bisa membantu saya dengan apa yang dimilikinya. Dia memahami bagaimana Messi bermain dan bagaimana dia berlatih, karena dia menyaksikan Messi setiap hari," kata Sane.
"Dan karena itu pula dia mencoba membantu saya--untuk menyuntikkan kepercayaan diri saya. "Ya, cobalah ini, cobalah untuk melakukan ini dan itu, seperti apa yang dilakukan Messi dan Neymar'," ungkap dia.
(fem/krs)











































