Musim ini, Wenger kembali menghadapi tuntutan dari suporter agar mundur dari jabatannya sebagai manajer Arsenal. Kegagalan Arsenal bersaing di jalur juara Premier League jadi salah satu alasannya.
Tekanan untuk Wenger kian besar setelah Arsenal lagi-lagi tersingkir di babak 16 besar Liga Champions. The Gunners bahkan didepak Bayern Munich dengan agregat yang mencolok, 2-10.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Reuters / Stefan Wermuth |
Meski terus dapat desakan agar mundur, Wenger hingga saat ini masih belum mengambil keputusan terkait kontraknya yang akan habis di akhir musim. Tapi bagaimanapun, musim ini diakui Wenger memberinya tekanan yang amat besar.
"Tekanannya sangat hebat. Tekanan datang dari tim yang tidak mendapat hasil seperti yang saya harapkan, kemudian tekanan dari lingkungan, dan seringnya dalam karier kami keduanya jadi satu dan membuat tekanan jadi sangat hebat," ujar Wenger seperti dikutip dari Sky Sports.
"Tergantung Anda untuk menganalisis situasi di kejauhan dan mencoba membuat keputusan yang tepat. Kadang Anda menghadapi manusia yang harus bertindak bersama-sama dan harus menemukan cara untuk membangun kembali kepercayaan diri, energi, dan dinamika. Kadang itu sangat sulit," ucapnya.
Di tengah tekanan yang terus dihadapi, Wenger membawa Arsenal lolos ke final Piala FA dengan menyingkirkan Manchester City. Maka tak mengherankan jika Wenger terlihat sangat ekspresif saat merayakan kemenangan Arsenal yang didapat lewat babak perpanjangan waktu itu.
Foto: Reuters / Toby Melville |
"Ketika Anda favorit, menang adalah kelegaan. Ketika peluangnya 50-50 melawan tim dengan kualitas yang hampir sama, bisa melakukan sesuatu yang spesial itu adalah kebahagiaan, jadi kebahagian sedikit lebih spontan, lebih intens, dan kemudian tugas mengambil alih dan Anda salaman dengan manajer, tapi itu adalah sekian detik ketika Anda melepaskan semua (emosi)."
(nds/raw)












































Foto: Reuters / Stefan Wermuth
Foto: Reuters / Toby Melville