Dari kariernya yang gemerlap di Barcelona dan kemudian Bayern Munich, Guardiola mendapati hal yang belum pernah dia alami sebelumnya sebagai pelatih saat membesut Manchester City. Di Premier League dia menemui lawan-lawan yang membuatnya sangat kerepotan. Lawan yang bukan cuma satu satu dua, tapi banyak klub.
Di Premier League Guardiola merasakan kekalahan terburuknya di kompetisi liga. Bukan oleh Manchester United, Chelsea, atau Arsenal, dan Liverpool. Adalah Everton yang membuat Guardiola bersama The Citizens-nya menyerah kalah 0-4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kali pertama juga Guardiola terdepak di Liga Champions saat masih berada di fase 16 besar. Pasukan bertabur bintangnya didepak oleh AS Monaco.
Bisa dibilang lengkap sudah penderitaan Guardiola di City. Untuk menghindarkan dari malu yang lebih besar Guardiola harus merebut status sebagai penguasa Kota Manchester. Peluang itu datang di tengah pekan ini saat Derby Manchester digelar.
Jumat (28/4/2017) dinihari WIB, Etihad Stadium akan menggelar laga Manchester City dengan Manchester United.
[Gambas:Sportradar]
City dan MU sudah berhadapan dua kali di musim ini. Yang pertama terjadi di Premier League , di mana City mempermalukan 'Setan Merah' setelah meraih kemenangan 2-1 di Old Trafford. Sedangkan di ajang Piala Liga Inggris, MU menang 1-0 atas City di tempat yang sama.
Upaya Guardiola meraih kembali kemenangan di Derby Manchester jelas tidak akan mudah. The Red Devils masih menjaga rekor tak terkalahkan pada ajang Premier League dalam 23 laga ke belakang. Kali terakhir mereka tunduk adalah saat menyerah 0-4 dari Chelsea di Stamford Bridge Oktober tahun lalu.
Namun begitu, Pep punya rekor yang lebih oke dalam rekor head to head dengan Mourinho. Dari 18 pertemuan dengan Mourinho, Pep meraih delapan kemenangan, enam kali imbang dan cuma empat kali kalah.
Ada beberapa hal yang harus diperbaiki Guardiola untuk bisa meraih kemenangan di derby kali ini. The Citizens punya masalah besar dalam pertahanan. Lini belakang yang buruk (dan kiper yang tidak impresif) kerap jadi ganjalan untuk Sergio Aguero dkk.
Derby Manchester kali ini bukan sekadar mencari siapa penguasa Kota Manchester. Dengan kedua tim berjarak cuma satu poin di klasemen, siapapun yang kalah harus bersiap gagal dapat tiket Liga Champions musim depan.
Bagaimana, Pep? (din/raw)










































