Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) menduga Barton telah melakukan taruhan sepakbola sebanyak 1.260 kali dalam periode sepuluh tahun. Selain menghukum Barton dengan larangan bermain, mereka juga menjatuhkan denda sebesar 30 ribu poundsterling (sekitar Rp 512 juta).
"Joey Barton telah diskors dari sepakbola dan semua aktivitas sepakbola selama 18 bulan setelah dia mengakui sebuah dakwaan FA terkait taruhan," tulis FA di situs resminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FA memiliki aturan tegas terhadap pemain atau pelatih yang melakukan perjudian. Seluruh pemain dan pelatih sama sekali dilarang berjudi sepakbola di seluruh dunia.
Terkait hukuman ini, Barton akan mengajukan banding dan berharap mendapatkan keringanan. Pemain yang sekarang berusia 34 tahun itu merasa hukuman untuknya terlampau berat.
"Keputusan ini praktis memaksa saya pensiun lebih awal dari bermain sepakbola. Ini bukanlah match fixing dan integritas saya sama sekali tak perlu dipertanyakan," ujar Barton.
"Saya tahu sudah melanggar aturan pesepakbola profesional, tapi saya merasa hukumannya lebih berat daripada yang mungkin dijatuhkan kepada pemain-pemain lain yang tak terlalu kontroversial. Saya sudah berjuang melawan kecanduan judi dan memberikan laporan kesehatan mengenai masalah saya kepada FA," kata pemain yang pernah membela Manchester City dan Newcastle United itu.
(mfi/cas)











































