Oezil, yang dimainkan sebagai starter, gagal memberikan dampak untuk Arsenal. Pada prosesnya, Spurs berhasil menjebol gawang yang dijaga Petr Cech dua kali lewat Dele Alli dan gol penalti Harry Kane di babak kedua.
Kekalahan tersebut memastikan Arsenal akan finis di bawah rival sekotanya tersebut di klasemen akhir nanti. Torehan mengecewakan yang baru terjadi sekali dalam 22 tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada awalnya, Oezil menolak tapi akhirnya mau karena kalau dia tidak menjalaninya maka dia akan didenda.
Kekesalan Oezil tersebut diyakini karena tidak senang karena dirinya sering diminta untuk melakukan tes doping setelah melakoni pertandingan.
Musim ini menjadi yang terberat bagi Oezil sejak pindah ke London Utara pada 2014. Terlepas dari sumbangan 11 gol dan 11 assist di musim ini, Oezil kerap 'hilang' di laga-laga krusial Arsenal.
Selain itu, Oezil juga gagal membawa Arsenal bersaing di Premier League, Liga Champions, dan terancam gagal finis empat besar untuk pertama kalinya sejak 1996.
(rin/krs)











































