MU dipaksa menyerah Spurs yang melakoni laga terakhirnya di White Hart Lane, Minggu (14/5/2017). Wayne Rooney dkk. kalah 1-2 di laga tersebut. Gawang MU dibobol oleh Victor Wanyama dan Harry Keane, satu gol balasan MU dibukukan oleh Rooney.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badai cedera yang mengharuskan MU harus membagi fokus antara Liga Inggris dengan Liga Europa di akhir musim. Beberapa pemain inti macam Zlatan Ibrahimovic, Luke Shaw dan Marcos Rojo merupakan deretan pemain yang harus menghuni ruang perawatan. Hal itu membuat fokus MU mengejar tiket Liga Champions berubah dari sebelumnya finis di empat besar, jadi mengincar menjuarai Liga Europa saja.
"Saya tidak menyesal sebab kami harus mengambil keputusan itu. Saat orang mengatakan kami berjudi, tidak begitu sebenarnya, kami tidak memilih Liga Europa tapi kami harus melakukannya," ucap Mourinho di ESPN.
"Sebab kalau saya punya Ashley Young, Luke Shaw, Marcos Rojo, Ibrahimovic, Tim Fosu-Mensah, kalau mereka semua tersedia, saya bisa melakukan rotasi dan pergi ke tiap pertandingan," lanjut Mourinho.
"Saat saya cuma punya 14-15 pemain, saya tidak bisa melakukannya. Sesederhana itu. Tidak mungkin selalu main tiga hari sekali di Liga Europa yang punya dua pertandingan lebih dengan dua laga (di Liga Inggris) yang masih di tangan. Kami tidak punya kesempatan istirahat, bahkan tidak untuk latihan dengan baik. Jadi ini bukan pilihan, kami harus tergerak dengan situasi itu," tegasnya.
Di Liga Europa, MU sendiri sudah sampai ke final dan akan menghadapi Ajax Amsterdam 24 Mei mendatang. Peluang MU ke Liga Champions memang tinggal lewat jalur itu.
(cas/nds)











































