Allardyce menukangi Palace sejak bulan Desember 2016 silam untuk menggantikan Alan Pardew. Mantan manajer timnas Inggris itu dikontrak selama dua setengah tahun oleh The Eagles.
Di bawah arahan Allardyce, Palace selamat dari degradasi. Klub tersebut mengakhiri musim di peringkat ke-14 di klasemen akhir Premier League. Selain itu, Palace juga membuat kejutan dengan mengalahkan Arsenal, Chelsea, dan Liverpool.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam beberapa hal, ini adalah keputusan yang sangat sulit, tapi dalam hal-hal lainnya ini sangat sederhana. Saya akan selalu berterima kasih kepada Crystal Palace dan (ketua klub) Steve Parish yang sudah memberi saya kesempatan untuk pergi dengan kepala tegak karena sudah membantu klub tetap bertahan di Premier League," ujar Allardyce dalam pernyataannya yang dikutip Sky Sports.
"Lebih dari itu, mereka memberi saya kesempatan untuk memperbaiki reputasi saya setelah apa yang terjadi dengan timnas Inggris. Saya merasa butuh kesempatan lain menjadi seorang manajer di Premier League dan memperlihatkan bahwa saya masih punya kemampuan untuk meraih sesuatu yang signifikan. Seperti yang saya katakan akhir pekan lalu, Palace memberi saya kesempatan untuk melakukan rehabilitasi," katanya.
"Ini adalah waktu yang tepat bagi saya, saya tahu itu di dalam hati saya. Saya tidak punya ambisi untuk mengambil pekerjaan lain. Saya cuma ingin bisa menikmati semua hal yang tak bisa benar-benar Anda nikmati dengan adanya tuntutan selama 24 jam sehari dan tujuh hari sepekan saat menangani klub sepakbola, apalagi di Premier League," ujar Allardyce.
Selain Palace dan timnas Inggris, tim-tim yang pernah dilatih Allardyce adalah Blackpool, Notts County, Bolton Wanderers, Newcastle United, Blackburn Rovers, West Ham United, dan Sunderland.
(mfi/cas)











































