Saat ini Costa masih bersikeras tak mau balik ke Chelsea setelah musim panas lalu mengaku dapat SMS dari Conte bahwa dirinya tak lagi dibutuhkan di Stamford Bridge.
Pekan lalu Costa juga menuding klubnya sudah memperlakukan dirinya seperti seorang penjahat alias kriminal -- dengan komentar itu direspons dengan tawa panjang Conte.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SMS Conte? Itu merupakan sebuah momen gila. Hal seperti itu bisa saja terjadi, tapi saya pikir hal tersebut kurang memperlihatkan rasa hormat," kata Costa kepada MC News yang dikutip Sky Sports.
"Saya selalu minta bicara secara langsung dengan pelatih dan direksi. Saya tak pernah mengirimkan (mereka) pesan teks, jadi itu memperlihatkan orang seperti apa dirinya. Kalau ada sesuatu yang membuat saya sedih dengan situasi ini, hal itu adalah afeksi (para suporter) karena mereka selalu mendukung saya di saat-saat tersulit pun."
"Saya bertahan di tim selama tiga tahun adalah berkat mereka dan juga (suasana) di ruang ganti, yang sangat kompak. Itu merupakan sebuah pengalaman bagus," tuturnya.
Costa juga menegaskan keinginannya kembali ke Atletico Madrid, klub yang ia perkuat sebelum membela Chelsea. Penyerang Spanyol kelahiran Brasil itu memang cuma mau meninggalkan Chelsea untuk Atletico.
Baca juga: Costa Ngotot Pindah ke Atletico |
"Saya sudah punya gambaran ingin main di mana dan saya pun sudah mengatakannya dengan jelas. (Spanyol) adalah sebuah negeri yang sangat dekat di hati saya karena iklimnya dan juga masyarakatnya," ucap Costa.
"Saya sudah jatuh cinta dengan kota Madrid. Sekarang kami harus menunggu momen yang tepat," katanya.
(krs/mrp)











































