sepakbola

Adu Jotos di Lapangan Bisa Diperkarakan

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Adu Jotos di Lapangan Bisa Diperkarakan


- detikSepakbola

Jakarta - Para pemain sepakbola di Inggris sekarang harus berpikir dua kali jika ingin beradu jotos di lapangan. Pasalnya tak hanya dihadapkan pada larangan bertanding dan denda, mereka bisa diperkarakan ke pengadilan. Hal tersebut akan terjadi jika peraturan yang tengah dirancang oleh The Crown Prosecution Service (CPS) mulai diberlakukan. Lembaga negara yang bertugas untuk mengajukan tuntutan hukum itu rupanya menangkap kekhawatiran publik yang merasa resah dengan kejadian adu jotos di lapangan, yang cuma berujung kepada larangan bertanding atau sanksi berupa denda.Insiden perkelahian terakhir adalah yang terjadi di St James Park antara Lee Bowyer versus Kieron Dyer. Ketika itu, kedua pemain Newcastle United tersebut dikenai larangan bertanding, sedangkan Bowyer dikenai tambahan sanksi denda 200.000 poundsterling. Dikatakan direktur CPS untuk sektor London Barat, Nazir Afzal, adu jotos di lapangan adalah tindak kriminalitas yang seharusnya sudah diganjar hukuman. "Perasaan yang mengemuka di masyarakat adalah bahwa para pemain tersebut berhasil lolos dari tindak kejahatan. Dan itu adalah sesuatu yang salah," ucapnya seperti dilansir Guardian, Minggu (15/5/2005). "Penganiayaan atau tindakan rasial di jalanan saja sudah bisa dituntut. Kenapa insiden di lapangan tidak? Kita tidak mau terlibat karena biasanya tak ada komplain yang diajukan dan tak ada investigasi pihak kepolisian," tambahnya. Rancangan yang dibuat CPS diharapkan dapat membantu polisi atau pengacara dari CPS untuk memutuskan apakah bakal menyelidiki insiden di lapangan atau tidak. Istimewanya tak hanya adu jotos, menyikut, menanduk, meludah, berkata-kata buruk atau bertindak rasial juga bisa terjerat peraturan yang diharapkan akan berlaku mulai musim panas tahun ini. Namun demikian FA menyatakan akan sulit menerima peraturan ini. Pasalnya, mereka sudah memiliki mekanisme sendiri untuk menghukum pemain karena suatu insiden. "Insiden seperti kekerasan di lapangan dan tindakan rasis di dalam dan di luar lapangan sangat sedikit dan jauh di atas segalanya kami memiliki proses jalur cepat untuk mengatasi hal ini," tandas juru bicara FA. Ada dua insiden lapangan yang berujung ke kepolisian. Pemain Manchester United Eric Cantona pernah dihukum kerja sosial selama 120 jam karena melancarkan tendangan kung-fu kepada suporter. Sementara pemain Glasgow Rangers (yang sekarang bermain untuk Everton--Red) Duncan Ferguson pernah dipenjara selama enam minggu karena menanduk lawan.
(mel/)











Hide Ads