Drogba Kesulitan Adaptasi di Inggris

Drogba Kesulitan Adaptasi di Inggris

- Sepakbola
Rabu, 18 Mei 2005 18:00 WIB
Jakarta - Penampilannya bersama Chelsea tergolong bagus, tapi Didier Drogba mengaku kesulitan beradaptasi di musim pertamanya berkarir di Inggris.Demikian dituturkan striker internasional Pantai Gading itu kepada harian Prancis l'Equipe yang dilansir Eurosport, Rabu (18/5/2005). Ia pun melontarkan kerinduannya kembali ke klub lamanya, Olympique Marseille. "Begitu saya meninggalkan Marseille, saya berkata tim ini (Chelsea) ada di hatiku. Tetapi setelah beberapa bulan saya berubah pikiran," tutur Drogba yang mencetak 10 gol di ajang Premiership."Saya bisa saja kembali ke Marseille jika mereka punya tim yang bisa memenangi gelar juara. Sekarang saya juara Inggris dan mungkin suatu hari saya ingin menjadi juara Prancis, tentu bersama Marseille," lanjutnya. Tak lupa, secara terbuka Drogba menceritakan keluh kesahnya selama 11 bulan berkarir di Inggris bersama Chelsea. Diungkapkannya, proses adaptasi adalah cobaan yang berat. "Saya merasa sedikit homesick. Kehidupan di Inggris tidak mudah, kau harus adaptasi dan saya kesulitan. Semua berbeda, dan secara mental saya menderita.""Namun di sisi lain ada momen fantastis ketika perayaan kemenangan dengan Chelsea. Tidak bisa dilupakan dan untuk itulah saya datang. Kau harus akui, sepakbola Inggris adalah hal yang tidak bisa dikecualikan," tandasnya. Drogba, yang hengkang dari Marseille di akhir Juli, berjuang keras untuk bisa memberikan penampilan terbaiknya. Sempat dikhawatirkan dengan masalah lututnya, namun pelatih Jose Mourinho tetap berkeyakinan pada aksi garang pemain setinggi 188 cm itu. Sayang, ada satu hal kecil yang tidak disukai Drogba dari gaya permainan Chelsea. "Di putaran kedua saya hanya mendapat bola-bola panjang, padahal saya lebih suka menerima bola tepat di kakiku," ujarnya. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads