Liverpool sebenarnya punya start yang oke ketika mereka meraih dua kemenangan dan satu hasil seri selama bulan Agustus. Setelah diimbangi Watford 3-3 di pekan pertama, Si Merah mengalahkan Crystal Palace dengan skor 1-0 dan menggasak Arsenal 4-0.
Ditambah terpilihnya Sadio Mane sebagai pemain terbaik Premier League bulan lalu, wajar jika Liverpool dalam kepercayaan diri tinggi menatap musim yang baru. Tapi, harapan tinggal harapan ketika memasuki September atau tepatnya setelah jeda internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berlanjut ke ajang Liga Champions, Liverpool mengawali dengan kurang meyakinkan setelah diimbangi 2-2 oleh Sevilla di Anfield. Lalu pekan lalu Liverpool kembali gagal menang karena cuma main seri 1-1 dengan Burnley.
Padahal saat itu Burnley turun tanpa kiper utamanya Tom Heaton yang kerap membuat lawan kesulitan bikin gol. Puncaknya adalah di babak ketiga Piala Liga Inggris kemarin ketika disingkirkan Leicester usai kalah 0-2.
Tak pernah menang dari empat laga di bulan ini, mencetak tiga gol dan kebobolan 10 gol, jelas Liverpool dalam posisi sulit dan kritik keras mulai berdatangan. Khususnya teruntuk Juergen Klopp selaku manajer yang dianggap tak punya solusi dalam mencari masalah di lini belakang Liverpool.
Kengototannya mengejar Virgil Van Dijk - yang malah bertahan - dan malah melepas Mamadou Sakho membuat Klopp dipertanyakan. Apalagi performa Ragnar Klavan dan Dejan Lovren sebagai partner Joel Matip tidaklah meyakinkan.
Mumpung musim baru berjalan dua bulan, Liverpool punya waktu untuk memperbaiki masalah di lini belakang mereka dimulai saat melawat lagi ke King Power Stadium menghadapi Leicester, Sabtu (23/9/2017) malam WIB besok. Tentunya Liverpool tak ingin bulan September ini menjadi bulan kelabu mereka.
"Apakah kalian berpikir bahwa saya bakal panik dengan situasi seperti ini? Jika Anda berpikir saya harus panik, kenapa Anda membicarakan itu?Ini sepakbola. Kami punya deapan poin," ujar Klopp seperti dikutip Soccerway.
"Kami tampil lebih baik dalam empat laga terakhir ini tapi memang tidak memang. Kini kami bisa saja panik karena hasilnya tidak bagus atau kami bilang 'Kami memang belum bermain cukup bagus'," sambungnya.
"Apakah Anda pikir semua tim di dunia saat ini senang jika menghadapi kami saat ini? Saya tidak panik. Rasa-rasanya seperti kami tidak punya poin dan jadi tim terburuk di liga."
(mrp/cas)











































