Koeman cuma bertahan 16 bulan sebagai pelatih Everton. Sukses membawa The Toffees finis tujuh besar musim lalu tak berujung manis di musim ini ketika klub terseok-seok di awal musim.
Hanya dua kemenangan didapat dari sembilan pertandingan awal Premier League membuat Everton terpuruk di papan bawah. Bahkan di ajang Liga Europa, Everton sudah dua kali kalah dan cuma sekali kalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi satu kesalahan Koeman di musim panas lalu adalah dia tak bisa menghalang-halangi kepergian Lukaku ke Manchester United. Apalagi setelah Lukaku pergi, Everton tak mendapat pengganti yang sepadan.
Foto: Andrew Yates/Reuters |
Sebenarnya Everton sempat mendekati penyerang Arsenal, Giroud, yang kehilangan tempat menyusul kedatangan Alexandre Lacazette. Tapi, Giroud memilih bertahan dan kembali jadi cadangan di sana.
"Saya ingin mendatangkan Olivier Giroud. Dia cocok sekali dengan tim ini, tapi di saat-saat akhir dia malah memutuskan ingin tinggal di London dan bertahan di Arsenal," ujar Koeman di Soccerway.
"Itu sangat sulit diterima. Coba Anda beritahu, di mana Anda bisa mencari penyerang yang lebih baik? Lukaku sangat penting untuk kami, bukan hanya karena gol-golnya. Dia punya gaya main yang unik sebagai penyerang - kuat," sambungnya.
"Dia bisa menahan bola, insting mencetak gol luar biasa, dia cepat. Jika laga berjalan tidak sesuai rencana, jika gaya main kami tidak berhasil, maka kami akan mengambil opsi bola panjang kepadanya."
"Tiba-tiba saja setelah keputusan Giroud itu, kami merasa kehilangan pemain yang penting. Dengan adanya Nikola Vlasic dan Wayne Rooney, kami punya pemain yang bagus memainkan bola di kakinya.
"Ketika Anda kesulitan membangun serangan dari lini belakang, dan kami tidak bisa lagi melakukan umpan panjang, maka Anda bakal kesulitan," tutupnya.
(mrp/rin)












































Foto: Andrew Yates/Reuters