Fans MU Bereaksi
Jumat, 10 Jun 2005 16:03 WIB
Jakarta - Seperti yang diperkirakan sebelumnya, fans Manchester United bereaksi atas rencana kenaikan harga tiket masuk Old Trafford. Mereka merasa harga tiket yang diajukan terlalu mahal.Seperti diberitakan sebelumnya, harian Times mengendus kabar bahwa bos baru klub MU, Malcolm Glazer, berniat menaikkan harga tiket pertandingan. Konglomerat asal Amerika Serikat ini berharap kenaikan tersebut mendongkrak pemasukan klub.Tidak tanggung-tanggung, Glazer berencana menaikkan harga tiket hingga 54 persen dalam kurun waktu lima tahun. Dari situ klub berharap bisa menangguk total kenaikan pemasukan sebesar 52 persen menjadi 245,6 juta pounds (Rp 4,3 triliun) pada 2010, dari 161,5 juta pounds tahun ini.Dampaknya, pendukung The Reds Devil rata-rata mesti mengeluarkan 46 pounds (Rp 800 ribu) untuk menyaksikan satu pertandingan MU di tahun 2010. Tanggapan muncul dari fans MU mengenai hal ini."Bagaimana mungkin stadion terisi penuh jika pendukung keluar dari tempatnya? Mereka sangat kecewa dengan peningkatan harga tiket yang naik drastis yang bakal membuat banyak pendukung bakal keluar," tegas Ketua pegang saham MU, Nick Towle, kepada BBC Radio, Jumat (10/6/2005).Hal ini diperkuat komentar Andy Mitten, editor majalah United We Stand. Dirinya tidak yakin bahwa tiket pertandingan MU melawan Charlton atau Portsmouth akan terjual habis. Sekali lagi ia mengatakan bahwa alasannya karena harga tiket yang terlalu mahal.Towle juga menambahkan bahwa sisi komersil MU saat ini terbilang mulai keterlaluan. "Hal ini bisa menciptakan masalah besar, dan itu sebelum fans berhenti membeli produk dan merchandise, yang kemungkinan besar akan naik juga harganya," ungkapnya.Tak pelak lagi, Towle pun berencana untuk tetap memprotes keputusan ini, seperti yang dilakukannya saat Glazer diisukan mengambil alih MU beberapa waktu lalu. Aksi boikot pun mereka rencanakan untuk mendukung protes mereka."Kampanye kami untuk mendorong fans untuk melatih cara konsumsi mereka dan tidak membeli produk dari klub ini atau produk dari perusahaan dan produk dari sponsor yang akan tumbuh dan tumbuh," tambahnya lagi. (ian/)











































