Tim Unggulan Liga Inggris 2005/2006 (3)
Menunggu Kebangkitan Red Devils
Kamis, 11 Agu 2005 12:21 WIB
Jakarta - Tidak banyak perubahan yang dilakukan Manchester United musim ini. Apakah nasib MU juga ikut tidak berubah, pelatih Alex Ferguson yang paling pantas menjawabnya.Edwin van der Sar dan Park Ji-Sung. Hanya dua pemain ini yang menjadi penghuni baru Theatre of Dream musim 2005/2006.Kebijakan MU tidak banyak melakukan aktivitas transfer pemain menimbulkan pertanyaan. Apalagi jika bercermin pada prestasi musim lalu di mana tidak satu gelarpun yang berhasil diraih.Jika ditanya penyebab kegagalan MU, jawaban yang paling sering didengar adalah kurang produktifnya barisan penyerang, lebih spesifik lagi Ruud van Nistelrooy. Striker Belanda ini hanya menyumbang 16 gol musim lalu. Padahal di dua tahun pertamanya di Old Trafford, Nistelrooy mencetak total 50 gol per musim.Kritikan terhadap Nistelrooy kian deras hingga akhir musim. Namun pelatih Alex Ferguson selalu menjadi orang pertama yang membelanya. "Tidak semua pemain bisa langsung mencetak banyak gol begitu sembuh dari cedera panjang," tukas Fergie. Sosok Fergie ternyata masih menjadi figur yang sangat dihormati. Pembelaannya atas Nistelrooy membuat semua berita miring reda.Beberapa pekan terakhir kembali ujung tombak The Red Devils menjadi pemberitaan. Penyebabnya adalah pemberitaan media yang gencar mengaitkan MU dengan striker Real Madrid Michael Owen. Striker Inggris itu dinilai cocok untuk menggantikan Nistelrooy. Selain dekat dengan Liga Inggris, penampilannya cukup stabil di Liga Spanyol meski jarang dimainkan. Real sendiri sudah menyatakan kesediannya melepas Owen.Namun Fergie memiliki penilaian yang berbeda. Warga Skotlandia yang telah dianugerahkan gelar kehormatan Inggris itu tetap percaya Nistelrooy akan kembali menemukan permainan terbaiknya. Kemungkinan masuknya Owen mengganti Nistelrooy ditampiknya.Jika mau, Fergie sebenarnya bisa membuat pernyataan yang menjelaskan alasan kegagalan MU musim lalu. Mulai dari cedera, kasak-kusuk masuknya keluarga Glazer hingga regenerasi yang sedang dijalankannya. Namun hal itu tidak dilakukan Fergie, karena memang tidak perlu. Untuk saat ini "Fergie is the rule" masih berlaku. Apa pun yang dilakukannya tidak ada yang bisa membantah.Menjelang musim ini Fergie kembali membuat sensasi yakni dikabarkan rebut dengan kapten Roy Keane. Fergie membantahnya, namun saat tur pra musimnya terlihat jelas Fergie melakukan percobaan yakni mengubah posisi Alan Smith dari striker menjadi gelandang bertahan. Sebagai calon pengganti Keane? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Kenyataannya MU memang butuh gelandang bertahan sebagai calon pengganti pemain Irlandia yang sudah genap berusia 34 tahun itu.Kita tentu masih ingat dengan kasus David Beckham tahun 2003 lalu. Saat itu Beckham yang merupakan ikon MU harus meninggalkan Old Trafford karena buntut perkelahiannya dengan Fergie. Hanya saja nasib Beckham dan Keane tidak akan sama. Sebab sinar Keane belum tentu akan lebih terang di klub lain.Jika melihat komposisinya saat ini, MU merupakan gabungan dari generasi yang berbeda. Keane, Van der Sar, Ryan Giggs dan Paul Scholes adalah "kakak kelas", sedangkan Gabriel Heinze, Christiano Ronaldo dan Wayne Rooney menjadi "adik kelas". Lima lainnya seperti Gary Neville, Rio Ferdinand, Wes Brown, dan Ruud van Nistelrooy masuk kelompok berbeda. Beragamnya usia para pemain MU ini menunjukkan bahwa regenerasi di MU tidak pernah putus.Fergie benar-benar telah menentukan segalanya soal MU. Hasil terbaik yang diharapkan tentunya meraih gelar juara. Namun ada satu hal juga yang saat ini telah berubah, bahwa nasib Fergie pun ditentukan oleh satu orang yakni Malcolm Glazer. Hal terburuknya yakni kapanpun Glazer bisa memecatnya jika dinilai kurang. (a2s/)











































