(a2s/)
Eriksson Ogah Mundur Karena Gosip
- detikSepakbola
Jakarta - Sven Goran Eriksson menolak mundur dari jabatan pelatih Inggris jika kehidupan pribadinya yang dijadikan alasan. "Saya akan tetap bertahan," ujar pelatih asal Swedia ini.Sejak menukangi The Three Lions tahun 2001 lalu, bukan hanya sekali kehidupan pribadi Eriksson menjadi santapan media gosip di Inggris. Skandal cintanya dengan mantan Sekertaris FA, Faria Alam sempat menjadi topik utama pemberitaan di Inggris.Tuntutan agar Eriksson mundur akhirnya berkembang karena ada kekhawatiran performanya dalam memoles David Beckham cs terganggu. Kekalahan 4-1 atas Denmark dua minggu lalu juga dijadikan senjata untuk melengserkan Eriksson dari jabatannya itu.Namun Eriksson terang-terangan menyatakan enggan mundur dari jabatan pelatih jika kehidupan pribadinya yang dijadikan alasan. Ia bahkan melontarkan tuduhan ada beberapa pihak yang tidak suka dengannya dan berharap ia pergi dari Inggris."Jelas sekali seseorang di luar sana mencoba menggangu pekerjaan saya dan mencoba membuat saya pergi dari negara ini," ujar Erikson seperti diberitakan Yahoosports, Senin (29/8/2005).Pelatih yang juga sempat menukangi Lazio ini mengaku wajar bila ia dikritik akibat kekalahan telak 4-1 yang diderita timnya atas Denmark. Tapi ia tidak terima jika harus mundur dari Inggris lantaran gosip di seputar kehidupan pribadinya."Saya harap saya dinilai berdasarkan hasil pertandingan, dan saya akan menerima itu. Adalah fair jika kritikan yang datang begitu keras saat anda kalah dalam pertandingan seperti yang kami alami saat melawan Denmark," tambahnya."Jika keadaanya seperti ini, saya pastikan kepada Anda bahwa saya tidak akan meninggalkan negara ini," tegas pelatih berusia 57 tahun ini, yang juga pernah diisukan selingkuh dengan presenter tv dari Swedia bernama Ulrika Johnsson.Eriksson memang belum layak untuk dilengserkan dari Inggris. Pasalnya dalam kualifikasi Piala Dunia 2006, Inggris baru sekali menderita kekalahan dan posisi lolos ke putaran final masih tergolong aman. Di bulan September Inggris akan menghadapi dua pertandingan penting yang akan menjadi penentu masib mereka ke Jerman. Mengganti pelatih sepertinya bukan keputusan yang tepat.
(a2s/)
(a2s/)










































