DetikSepakbola
Senin 11 Februari 2019, 12:40 WIB

Sarri dalam Tekanan, Guardiola: Tahun Pertama Memang Selalu Sulit

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Sarri dalam Tekanan, Guardiola: Tahun Pertama Memang Selalu Sulit Josep Guardiola mendukung Maurizio Sarri, yang sedang dalam tekanan. Foto: Michael Regan/Getty Images
Manchester - Maurizio Sarri dalam tekanan besar setelah Chelsea dipermalukan Manchester City 0-6. Manajer City Josep Guardiola menunjukkan dukungannya kepada koleganya itu.

Kekalahan telak tersebut diderita Chelsea di Stadion Etihad, Minggu (10/2/2019). Dengan hasil itu, the Blues sudah menderita tiga kekalahan tandang beruntun dengan kemasukan 12 gol tanpa sekalipun membobol gawang tim lawan.

Secara keseluruhan Chelsea sudah enam kali kalah di musim ini sehingga posisinya kini melorot ke peringkat enam klasemen sementara. Si Biru baru mengumpulkan 50 poin hasil 26 pertandingan, sama dengan Arsenal tapi kalah selisih gol. Eden Hazard cs terpaut satu poin dari Manchester United, yang melesat ke posisi keempat.


Spekulasi masa depan manajer Chelsea itu sudah dimulai sejak timnya ditekuk Arsenal 0-2 pada akhir Januari. Mengingat Chelsea hobi gonta-ganti manajer, Sarri bisa saja bernasib sama sekalipun baru menjalani musim pertamanya.

Guardiola sendiri mengalami kesulitan di musim pertamanya di sepakbola Inggris sehingga gagal mempersembahkan satu pun trofi kepada City. Akan tetapi, peruntungan Guardiola kemudian berubah. Di musim keduanya, Guardiola memimpin City menjuarai Premier League dengan rekor poin, dan merebut titel Piala Liga Inggris.

Guardiola menilai Sarri memang butuh lebih banyak waktu. "Saya pikir dia tahu apa yang dia ingin lakukan," kata dia usai kemenangan telak City atas Chelsea sebagaimana diwartakan Standard.


"Orang seperti ini, pertandingan-pertandingan semacam ini, sepakbola membantu membuatnya lebih baik, Mereka mengalahkan kami di Stamford Bridge dan melawan tim Napoli dia pada musim lalu, pertandingannya ketat. Mereka bermain lebih baik di beberapa momen."

"Tapi orang-orang tidak tahu betapa sulitnya tahun pertama itu. Orang-orang butuh waktu, akan tergantung pada para pemilik, orang-orang yang berwenang untuk percaya," sambung Guardiola.

"Saya datang ke Manchester City karena bos-bos, chairman, dan Txiki (Begiristain), dia kenal saya. Dia tidak percaya bahwa saya jelek ketika kami kalah dan bagus ketika kami menang. Itulah mengapa saya menikmatinya di Manchester," simpul eks pembesut Barcelona dan Bayern Munich itu.



(rin/cas)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed