sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 16 Mar 2019 05:08 WIB

Bagi Klopp, Tuhan Nomor Satu, Trofi yang kedua

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Juergen Klopp tak begitu bernafsu jadi legenda di Liverpool (Action Images via Reuters / Andrew Boyers) Juergen Klopp tak begitu bernafsu jadi legenda di Liverpool (Action Images via Reuters / Andrew Boyers)
Liverpool - Juergen Klopp tak menampik hasrat meraih trofi bersama Liverpool. Tapi hidup Klopp bukan tergantung dari trofi melainkan penilaian Tuhan kepada dirinya.

Klopp sudah memasuki musim penuh ketiganya bersama Liverpool setelah diangkat pada Oktober 2015. Sejauh ini Klopp sudah berhasil mengembalikan Liverpool ke papan atas setelah beberapa tahun sempat terpuruk di papan tengah.

Dalam dua musim terakhir Liverpool dibawanya finis empat besar dan lolos ke Liga Champions. Selain itu Liverpool juga dibawanya menerapkan sepakbola aktraktif nan menghibur.




Sayang belum ada satupun trofi yang didapat Klopp meski berhasil membawa Liverpool tiga kali ke final yakni Piala Liga Inggris dan Liga Europa pada 2016 serta Liga Champions musim lalu. Fans tentu tak sabar melihat Klopp mengangkat trofi terutama Premier League.

Peluang terbesar ada di musim ini ketika mereka tengah bersaing dengan Manchester City di puncak klasemen. Hanya berselisih satu poin, peluang Liverpool juara di delapan pekan tersisa masih terbuka lebar. Selain itu mereka juga sudah lolos ke perempatfinal Liga Champions.

Terkait tekanan yang makin besar kepada dirinya untuk meraih trofi, Klopp justru mengaku tak memusingkannya. Sebab trofi itu lebih bermakna untuk para pemain dan juga fans, sementara bagi Klopp, hanya penilaian Tuhan yang penting di matanya.




"Anda bisa bayangkan betapa saya tidak tertariknya dengan hal itu (masuk dalam buku sejarah Liverpool). Tugas saya adalah memastikan saya bisa membantu tim meraih sukses. Saya tidak bernafsu untuk bisa dikenang selama 50 tahun atau apapun itu. Bagi saya itu bukan tekanan, hanya sebuah kesempatan," tutur Klopp seperti dilansir ESPN.

"Saya menghormati betul hasrat para pemain dan juga fans, dan saya bisa jadi bagian dari itu, saya bisa jadi bagian dari mimpi mereka. Tapi pada akhirnya itu bukan buat saya, tapi untuk orang-orang itu," sambungnya.

"Saya tidak tertarik dengan penilaian orang. Biarlah Tuhan yang menilai saya suatu hari dan hanya itu yang saya pikirkan. Saya sama sekali tidak tertarik apa kata orang di luar sana."


(mrp/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com