sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 19 Mar 2019 15:06 WIB

Andai Ibrahimovic Gabung Manchester City...

Doni Wahyudi - detikSport
Zlatan Ibrahimovic nyaris gabung Manchester City di 2011 (Gary A. Vasquez-USA TODAY Sports) Zlatan Ibrahimovic nyaris gabung Manchester City di 2011 (Gary A. Vasquez-USA TODAY Sports)
Los Angeles - Jauh sebelum memutuskan menerima pinangan Manchester United, Zlatan Ibrahimovic nyaris bergabung Manchester City. 'Ceritanya bakal beda," kata Ibrahimovic.

Pada musim panas 2016 Zlatan Ibrahimovic resmi bergabung dengan Manchester United. Dia datang ke tanah Inggris setelah sebelumnya meraih sukses besar di Belanda, Italia, Spanyol, dan Prancis.

Ibra tak bertahan lama bersama Manchester United. Cedera membatas penampilan dia di tahun kedua, setelah menjalani musim debut yang cemerlang. Total dia bermain 53 laga dengan capaian 29 gol.



Jauh sebelum Manchester United, Ibrahimovic ternyata nyaris membela Manchester City. Peluang itu terbuka ketika dia memutuskan meninggalkan Barcelona.

Alih-alih gabung The Citizens, dia memilih kembali ke Italia dan menerima penawaran AC Milan.

"Saya punya kesempatan pergi ke City saat saya di Barcelona, tapi setelah apa yang terjadi di Barcelona, saya butuh menemukan kebahagiaan," ucap Ibrahimovic.

"Kembali ke Italia, saya senang berada di Italia dan saya tahu saya akan bahagia jika kembali. Dan saya tak tahu apakah saya akan bahagia jika pergi ke City karena itu tantangan yang berbeda. Itu (Man City) akan jadi klub yang baru, meski Milan juga baru buat saya," lanjutnya dikutip dari FoxSport.

Zlatan Ibrahimovic memilih AC Milan ketimbang Manchester CityZlatan Ibrahimovic memilih AC Milan ketimbang Manchester City Foto: Gabriele Maltinti/Getty Images


Menjalani dua musim di San Siro, Ibra mencetak 56 gol dari 85 penampilan. Dia juga memberi Rossoneri gelar Serie A dan Piala Super Italia.

"Saya sudah tahu kotanya (Milan) karena saya sudah tiga musim di sana bersama Inter, saya juga sudah tahu negaranya, jadi saya sedikit main aman (gabung Milan ketimbang City)."

"Saya tidak menyesal hanya sebentar di Premier League. Saya pikir semua yang terjadi ada alasannya. Satu-satunya yang saya bayangkan adalah jika saya datang 10 tahun lebih cepat. Ceritanya akan beda."

"Tapi saya lebih menyesal untuk para fans karena tidak datang lebih cepat ke Premier League, mereka jadi bisa menyaksikan binatang (diri saya) yang berbeda," tuntasnya. (din/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com