sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 24 Apr 2019 15:48 WIB

Saat MU Meraih Treble dan City Berkutat di Level 3 Sepakbola Inggris

Doni Wahyudi - detikSport
Manchester United merayakan salah satu kemenangan yang diraih di ajang Piala FA musim 1998/1999 (Mark Thompson /Allsport) Manchester United merayakan salah satu kemenangan yang diraih di ajang Piala FA musim 1998/1999 (Mark Thompson /Allsport)
FOKUS BERITA Panas Derby Manchester
Jakarta - Banyak hal terjadi dalam 20 tahun terakhir di Kota Manchester. Perubahan terbesar mungkin ada pada persaingan dua klub kota tersebut: Manchester United dan Manchester City.

Tahun ini Manchester United merayakan 20 tahun mereka meraih treble winner yang kesohor dan dramatis itu. Di musim 1998/1999, anak didik Sir Alex Ferguson mengalahkan Arsenal untuk jadi kampiun Premier League, menundukkan Newcastle United saat menjuarai Piala FA, dan secara dramatis menang atas Bayern Munich di final Liga Champions.

Musim itu masih menjadi musim terbaik sepanjang sejarah Manchester United. Musim yang belum pernah lagi mereka ulangi, juga gagal disamai klub Liga Inggris lain.



Di musim 1998/1999 itu MU begitu digdaya, menjadikan Kota Manchester sepenuhnya merah. Membuat kota industri itu begitu mengagungkan anak-anak muda yang telah menjelma menjadi salah satu tim terbaik yang pernah ada di Inggris.

Semua memuji Petr Schmeichel yang kokoh di bawah mistar gawang, Jaap Stam yang tak tergoyahkan, Ryan Giggs yang begitu memukau dengan kecepatannya, David Beckham dengan wajah tampan (dan kaki kanannya), serta duo penyerang eksotis dalam diri Andy Cole dan Dwight Yorke.

Ketika itu, (Kota) Manchester adalah Manchester United. Dan Manchester United adalah Kota Manchester itu sendiri.

Maaf-maaf saja, saat itu Manchester City bukan siapa-siapa di Inggris. Meski punya dua gelar juara Liga Inggris, 4 Piala FA, dan 2 Piala Liga Inggris, The Citizens tak ada apa-apanya dibanding MU (ketika itu).

Di musim 1998/1999, City tengah berkutat di level ketiga sepakbola Inggris, mereka main di Division Two.

Untuk diketahui, Liga Inggris ketika itu masih menggunakan nama Division One untuk level kedua, bukan Championship seperti saat ini (yang dimulai pada 2004/2005). Sementara level ketiga disebut Division Two (sementara sekarang disebut League One). Jadi ketika itu urutan levelnya adalah Premier League, Division One, Division Two, Division Three. Sementara kini berubah menjadi Premier League, Championship Division, League One, League Two, dan Nation League.

City terdegradasi ke Division Two pada awal musim 1998/1999. Namun mereka bisa langsung promosi ke Division One setelah finis ketiga di klasemen akhir dan memenangi playoff. Dalam laga final playoff, The Citizens mengalahkan Gillingham via adu penalti.

Pemain Manchester City merayakan kemenangan di babak playoff untuk bisa meraih tiket promosi ke Division One pada 30 mei 1999Pemain Manchester City merayakan kemenangan di babak playoff untuk bisa meraih tiket promosi ke Division One pada 30 mei 1999 Foto: Alex Livesey /Allsport




The Citizens kemudian juga cuma butuh semusim bermain di Division One karena di akhir 1999/2000 mereka dapat promosi ke Premier League, kali pertama dalam lima tahun.

City di 1998/1999 dilatih Joe Royle dengan skuat yang diisi oleh pemain-pemain yang sebagian besar sangat asing di telinga pecinta sepakbola Indonesia. Kalau ada satu pemain yang mungkin dikenal, dia adalah Paul Dickov.

****

Setelah treble di 1998/1999 itu, performa MU stabil terjaga bersama Sir Alex. Beberapa gelar juara Liga Inggris dan Piala FA berhasil didapat, juga satu trofi Liga Champions. Mereka masih jadi tim dominan di Inggris dan sangat disegani di Eropa.

The Red Devils masuk periode suram setelah Fergie pergi di 2013. David Moyes, Louis van Gaal, sampai Jose Mourinho tak mampu mengembalikan kejayaan MU.

Di sisi Kota Manchester yang lain, City mengalami pasang surut penampilan. Mereka sempat terdegradasi dan kemudian promosi lagi ke Premier League.

Carlo Tevez jadi salah satu pemain yang pernah membela Manchester United dan Manchester CityCarlo Tevez jadi salah satu pemain yang pernah membela Manchester United dan Manchester City Foto: Alex Livesey/Getty Images




Perubahan-perubahan besar City terjadi dalam tubuh manajemen (kepemilikan klub). Thaksin Shinawatra sempat mengambil alih. Sampai akhirnya orang-orang kaya dari Abu Dhabi datang dengan uang yang (sepertinya) tanpa batas dan berambisi menjadikan City sebagai salah satu klub terbaik dunia.

Maka datanglah sederet pemain mahal, beberapa pelatih top, dan koleksi trofi yang mulai bertambah. Sejak Abu Dhabi United Group datang pada 2008, City sudah memenangi tiga gelar Premier League, 1 Piala FA, 4 Piala Liga Inggris, dan 2 Community Shield.

City di musim ini membidik trofi Premier League-nya yang keempat. Jalan mereka menuju titel itu akan terbuka lebar andai malam nanti bisa mengalahkan Mancheter United, dalam laga bertajuk Derby Manchester di Old Trafford.

Kota Manchester, apakah akan kembali biru musim ini?

Mancheter United saat menjuarai Liga Champions 1998/1999Mancheter United saat menjuarai Liga Champions 1998/1999 Foto: AFP PHOTO / ERIC CABANIS
(din/yna)
FOKUS BERITA Panas Derby Manchester
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed