sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 16 Jun 2019 23:32 WIB

Chelsea yang Tragis: Disanksi FIFA, Jual Hazard, Tak Punya Manajer

Yanu Arifin - detikSport
Chelsea menyabut musim 2019/2020 dengan situasi rumit. (Foto: Andrew Yates/Reuters) Chelsea menyabut musim 2019/2020 dengan situasi rumit. (Foto: Andrew Yates/Reuters)
Jakarta - Kondisi Chelsea menyambut musim 2019/2020 cukup tragis. Setelah disanksi FIFA tak boleh belanja pemain, mereka menjual Eden Hazard dan kini tak punya manajer.

Chelsea melewati musim 2018/2019 dengan performa naik turun. Di bawah arahan Sarri, laju The Blues tak mulus-mulus amat. Chelsea hanya mampu finis ketiga di Liga Inggris, dan sempat nyaris gagal ke Liga Champions. Musim Si Biru akhirnya sedikit terselamatkan dengan berhasil menjuarai Liga Europa.

Menuju musim 2019/2020, Chelsea justru punya persiapan yang cukup ironi. Ada tiga situasi yang cukup memberatkan persiapan Jorginho dkk.

Pertama adalah sanksi FIFA. Chelsea disanksi otoritas tertinggi sepakbola dengan tak boleh belanja pemain di dua periode bursa transfer pada musim panas 2019 dan musim dingin 2020. Perekrutan pemain belia secara ilegal beberapa tahun lalu menjadi penyebabnya.

Chelsea sempat mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS), namun sanksinya masih belum gugur. Walhasil, Chelsea masih tak bisa menambah skuatnya saat ini, kecuali memulangkan pemain pinjamannya serta pemain yang sudah direkrut sejak Januari lalu seperti Christian Pulisic.




Dengan tak bisa belanja pemain, kondisi Chelsea makin sulit setelah bintang utamanya, Eden Hazard, justru hengkang ke Real Madrid. Pemain Belgia itu dijual dengan nilai transfer sekitar 100 juta euro lebih.

Sejak musim lalu, Chelsea berusaha mempertahankan Hazard. Kendati begitu, Chelsea akhirnya merelakan bintangnya pergi menuju Los Blancos, usai menyumbang trofi Liga Europa.

Situasi sulit Chelsea belum sampai di situ saja. Setelah disanksi FIFA dan terpaksa menjual Hazard, kini Chelsea sedang tak punya manajer. Ya, mereka baru saja melepas Sarri.




Manajer berusia 60 tahun itu dilepas Chelsea kendati baru semusim. Sarri memilih hengkang dan menerima tawaran kembali melatih di Italia bersama Juventus.

Sarri sedianya sedikit membawa perubahan permainan pada Chelsea. Dengan gaya operan pendeknya, Chelsea sempat dibawanya tak terkalahkan di 12 laga perdana Liga Inggris, sebelum akhirnya terseok-seok.

Sarri pun pergi setelah 18 hari lalu membawa Chelsea menjuarai Liga Europa. Tak ayal, klub asal London tersebut kini dalam situasi tak punya manajer sebab belum menemukan penggantinya.

Sejauh ini, Chelsea kabarnya mengincar Frank Lampard sebagai penerus Sarri. Namun, kapasitas manajer yang juga mantan pemainnya itu masih diragukan, mengingat pengalaman melatihnya baru setahun bersama Derby County.

So, setelah disanksi FIFA, menjual Hazard, dan melepas Sarri, mampukah Chelsea tetap berbicara banyak di musim 2019/2020?


(yna/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com