sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 11 Jul 2019 15:53 WIB

Yang Perlu Dibenahi Lampard Usai Jalani Debut Melatih Chelsea

Yanu Arifin - detikSport
Frank Lampard berbicara dengan Ethan Ampadu di laga pramusim Chelsea vs Bohemians di Dalymount Park, Dublin, Irlandia, Rabu (10/7/2019) waktu setempat. (Foto: Charles McQuillan/Getty Images) Frank Lampard berbicara dengan Ethan Ampadu di laga pramusim Chelsea vs Bohemians di Dalymount Park, Dublin, Irlandia, Rabu (10/7/2019) waktu setempat. (Foto: Charles McQuillan/Getty Images)
Dublin - Frank Lampard gagal memberi kemenangan di laga perdananya melatih Chelsea. Ada beberapa aspek yang dinilai masih perlu diperbaiki.

Lampard ditunjuk menjadi suksesor Maurizio Sarri di Chelsea. Pria 41 tahun itu pun menjalani debutnya sebagai manajer The Blues dengan menghadapi Bohemians, klub asal Irlandia, di Dalymount Park, Dublin, Rabu (10/7/2019) waktu setempat.

Pada laga itu, Chelsea, yang turun mayoritas dengan pemain mudanya, sempat unggul di menit ke-8 lewat gol Michy Batshuayi. Kemenangan Si Biru baru sirna semenit jelang waktu normal habis, ketika sepakan Eric Molloy merobek gawang Jamie Cumming.




Sepanjang laga, Chelsea kesulitan mengembangkan permainan. Beberapa kali upayanya bisa digagalkan Bohemians, di mana para pemainnya bisa mencuri bola dari kaki pemain tim tamu.

Secara statistik, seperti tercatat Soccerway, Chelsea tak terlihat bermain impresif. Dengan penguasaan bola sebesar 59 persen, juara Liga Europa musim lalu itu hanya melepaskan 7 shots on target dan 5 yang melenceng.

Eks striker Chelsea, Jimmy Floyd Hasselbaik, menilai masih ada beberapa kelemahan dari permainan Chelsea di bawah Lampard. Bola-bolanya dinilai sangat gampang direbut lawan.




"Mereka kehilangan bola terlalu mudah. Para pemain terlalu banyak sentuhan, kadang-kadang tujuh sampai delapan sentuhan, dan itu memperlambat permainan. Ini akan menjadi pelajaran bagi Frank untuk melihat para pemain dan dengan cara itu akan membuat membuat keputusan," kata Hasselbaink, dikutip Football.London

"[Memindahkan bola dengan cepat] adalah idenya tentang bagaimana dia ingin memainkan pertandingan. Kebanyakan tim sukses memang bermain dengan mengalirkan bola dengan cepat.

"Kami melihat hari ini, terutama di babak kedua, beberapa pemain justru terlalu lama berpikir saat memegang bola. Mereka tidak punya solusi sebelum mereka mendapatkan bola," jelas Hasselbaink.


(yna/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com