sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 24 Agu 2019 08:31 WIB

Karena Pogba Bukan Keane+Veron+Scholes+Giggs+Cantona

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Paul Pogba tidak bisa mengemban tugas sendirian di lini tengah Manchester United (AP Photo/Rui Vieira) Paul Pogba tidak bisa mengemban tugas sendirian di lini tengah Manchester United (AP Photo/Rui Vieira)
Manchester - Ole Gunnar Solskjaer pasang badan lagi atas kritik yang menghantam Paul Pogba. Pogba dianggapnya tidak bisa bekerja sendirian di lini tengah Manchester United.

Pogba jadi sorotan tajam usai kegagalannya mengeksekusi penalti ke gawang Wolverhampton di pekan kedua Liga Inggris. Padahal kalau penalti itu masuk, MU bisa saja pulang dengan kemenangan dan bukan dengan skor 1-1.

Bahkan fans saking geramnya sudah sampai melancarkan serangan berbau rasial kepada Pogba di media sosial. Ini seperti membuktikan bahwa mereka sudah habis kesabaran melihat penampilan angin-anginan Pogba.






Sejak ditransfer dari Juventus pada 2016, Pogba tidak bisa tampil konsisten dalam bentuk terbaiknya. Padahal MU sudah memboyongnya dengan harga 100 juta euro yang membuatnya jadi pemain termahal klub itu.

Fans pun menuntut bahwa Pogba harus selalu tampil bagus mengingat harga mahalnya tersebut. Pogba tak hanya harus membantu pertahanan, tapi juga bisa jadi pusat serangan Setan Merah seperti lazimnya gelandang box-to-box dan bahkan mencetak gol.

Padahal menurut Solskjaer, tugas itu bukan tanggung jawab Pogba seorang. Sebab MU juga punya gelandang-gelandang lain seperti Nemanja Matic, Scott McTominay, dan Fred yang punya tugas mempermudah kerja Pogba.






"Kita bisa lihat betapa kecewanya Paul gagal mengeksekusi penalti. Dia tidak pantas mendapatkan ini," ujar Solskjaer selaku manajer tim.

"Seperti yang selalu saya bilang dan juga dia sendiri, ketika Anda gabung Man United, maka Anda akan jadi orang Manchester, dan sekali Manchester tetap Manchester. Dia sudah memberikan segalanya setiap pekan," sambungnya di Sportskeeda.

"Dia juga selalu menuntut dirinya sendiri kok, jadi itu tidak membuat saya frustrasi. Kami berharap banyak darinya, tapi kami tahu tidak bisa mengharapkan dia jadi Roy Keane, Veron, Scholes, Giggs, dan Cantona secara bersamaan. itu sulit, tapi dia memang pemain top."

"Saya tahu orang-orang ingin dia melakukan segalanya di lapangan, tapi memang dia punya kualitas luar biasa musim ini yang kami tidak lihat dari Paul musim lalu. Dia adalah pemimpin tim ini. Jadi saya berharap fans mendukungnya," demikian dia.



[Gambas:Opta]



Simak Video "MU Incar 'Baby Mourinho' Gantikan Solskjaer?"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com