sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 11 Okt 2019 05:19 WIB

Karena Klopp Paham Fondasi Permainan Liverpool yang Dibangun Shankly

Bayu Baskoro Febianto - detikSport
Juergen Klopp dinilai memahami filosofi Liverpool di dalam dan luar lapangan. (Foto: Phil Noble/Reuters) Juergen Klopp dinilai memahami filosofi Liverpool di dalam dan luar lapangan. (Foto: Phil Noble/Reuters)
Jakarta - CEO Liverpool Peter Moore mengungkapkan satu hal yang jadi kunci naiknya prestasi timnya belakangan ini. Juergen Klopp paham dengan filosofi sosialisme di tim.

Filosofi itu dahulu dibentuk oleh Bill Shankly. Manajer asal Skotlandia tersebut adalah salah satu juru taktik tersukses yang pernah dimiliki Liverpool di era 1960 hingga 1970-an.


Sebagai manajer ia mengantarkan Liverpool memenangi Liga Inggris, Piala FA, hingga Piala UEFA (kini Liga Europa). Shankly meletakkan gagasan bahwa semangat kebersamaan di lapangan adalah kunci utama dan itu dilanjutkan oleh Klopp saat ini.

"Kami punya figur bersejarah, Bill Shankly, seorang sosialis asal Skotlandia yang membangun fondasi klub. Hingga sekarang, ketika kami membahas pertanyaan-pertanyaan bisnis, kami bertanya pada diri sendiri 'Apa yang akan Shankly lakukan? Apa yang Shankly katakan pada situasi seperti ini'," ujar Moore saat diwawancara El Pais.

"Shankly adalah seorang sosialis sejati yang percaya jika sepakbola terdiri dari gotong royong. Ia mengutarakan gagasan bergotong royong di lapangan sebagai 'oper dan bergerak'. Sangat simpel. 'Oper bolanya dan bergeraklah untuk membuat diri Anda tersedia bagi rekan setimnya'," imbuhnya.


Semangat sosialisme dirasakan begitu kental dalam permainan Klopp. Misalnya ia selalu ingin timnya menekan balik lawan bersama-sama sebagai sebuah unit.

Sejauh ini apa yang diterapkan Klopp bisa dibilang berhasil. Ia sudah mengantarkan tim memenangi Liga Champions dan Piala Super Eropa, bukan tak mungkin trofi-trofi lain segera menyusul.

"Klopp adalah seorang Liverpool klasik. Shankly pernah berkata jika ia lahir untuk Liverpool dan Liverpool ada untuk dirinya, Klopp pun bisa mengatakan hal yang sama," ungkap Moore.


"Ia paham elemen-elemen sosialisme yang ada di klub dan kota Liverpool, bagaimana tantangannya dan perasaannya. Bila dulu simbol Merseyside adalah The Beatles, sekarang ialah sepakbola," tandasnya.

Simak Video "Liverpool Keok di Pramusim, Klopp Ngaku Kurang Pemain"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com