sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 11 Okt 2019 12:29 WIB

Tak Kunjung Berprestasi, MU Terancam Ditinggal Chevrolet

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Manchester United terancam ditinggal Chevrolet. (Foto: Jan Kruger/Getty Images) Manchester United terancam ditinggal Chevrolet. (Foto: Jan Kruger/Getty Images)
Manchester - Performa buruk Manchester United musim ini bisa berdampak besar pada keuangan klub. Sebab, sponsor utama klub Chevrolet enggan memperpanjang kerjasama.

Chevrolet dan MU mulai meneken kontrak sponsor pada 30 Juli 2012. Kerjasama itu lantas efektif di awal musim 2014/2015 menggantikan AON dengan kontrak berdurasi tujuh tahun.

Per tahun, MU mendapat gelontoran dana 65 juta paun atau sekitar Rp 1,1 triliun, untuk jangka waktu tujuh tahun. Itu artinya kontrak kerjasama akan berakhir pada akhir musim 2020/2021.

Awalnya kerjasama itu diharapkan bisa berlangsung lebih lama, mengingat saat Chevrolet meneken kontrak itu, MU masih berada di persaingan juara bersama Sir Alex Ferguson.




Namun harapan berbeda jauh dari kenyataan. Semenjak logo merk mobil asal Amerika Serikat itu terpampang di dada para pemain Setan Merah, prestasi tim cenderung menurun dan tidak pernah juara liga lagi.

Bahkan dalam periode itu, MU cuma dua kali lolos ke Liga Champions. Performa klub makin memburuk musim ini ketika mereka terdampar di posisi ke-12 klasemen karena baru dua kali menang dari delapan laga awal liga dan berjarak dua poin dari zona degradasi.

Melihat performa buruk MU tersebut, General Motors selaku pabrikan Chevrolet mulai menimbang untuk tidak mensponsori klub lagi setelah kontraknya habis. Padahal Chevrolet punya opsi untuk memperpanjangnya.

"Ini sudah hancur lebur sejak awal. Chevrolet merasa mereka terlalu mahal membayar untuk ini dan sepertinya tidak akan berlanjut," demikian salah satu sumber dalam Chevrolet kepada Daily Mail.




Kerjasama ini kabarnya sejak awal tidak disetujui oleh petinggi General Motors karena merasa angkanya terlalu tinggi ketimbang AON. AON disebut hanya membayar sekitar 20 juta paun per tahun.

Global Marketing Chief, Joe Ewanick, yang meloloskan deal itu bahkan dipecat 48 jam setelah pengumuman kerjasama MU dan Chevrolet. Dengan kondisi demikian, MU mau tak mau harus mencari sponsor baru yang minimal bisa memberikan nominal sama.

Tapi, melihat performa tim saat ini, apakah pengiklan mau membayar mahal untuk MU?








Simak Video "Chevrolet Pikir-pikir Tak Sponsori MU Gegara Performa Menurun"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com