Kehilangan Besar Untuk MU

Kehilangan Besar Untuk MU

- Sepakbola
Senin, 21 Nov 2005 01:02 WIB
Kehilangan Besar Untuk MU
Jakarta - Roy Keane bukan hanya berperan sebagai midfielder di Manchester United. Ia adalah seorang pemimpin dan panutan untuk rekan-rekannya. Sebuah kehilangan besar buat "Setan Merah".Sulit rasanya memang menggantikan posisi Keane di skuad MU. Kontribusinya selama 12 tahun dengan begitu banyak trophy disumbangkan, menunjukkan berapa besar peran pria berusia 34 tahun ini dalam sejarah perjalanan MU.Maka saat Keane memutuskan melangkah mundur dari Old Trafford, begitu banyak kegelisahan muncul di hati pendukung MU. Akan apa jadinya MU tanpa Keane? Siapa pengganti Keane di jantung MU?Terlalu berlebihankan hal itu? Banyak orang akan bilang tidak. Keane adalah nyawa di MU. Ia adalah pemain, rekan, pemimpin sekaligus guru bagi pasukan MU. Selama di Old Trafford Keane memang tidak bisa dibilang produktif. Hanya satu musim (1999/2000) ia mencetak gol sampai dua digit. Tapi kehebatan pemain memang tak hanya dinilai dari gol yang dibuatnya.Determinasi adalah salah satu kehebatan yang selalu melekat dalam diri Keane. Motivasi dan kegigihan meraih kemenangan yang dimiliki mantan pemain Nottingham Forest ini tak pernah padam di dalam dirinya. Keputusan Sir Alex Ferguson untuk menyerahkan ban kapten pada Keane sepeninggal Eric Cantona di penghujung 2007 terbukti tepat. Keane mampu menggantikan kepemimpinan "The King" dan bahkan membawa MU meraih tahun tersukses dalam sejarah panjang mereka dengan memenangi treble winners di musim 1998/99. Beroperasi sebagai skipper bukan berarti Keane tak punya naluri menyerang. Keane bahkan sering muncul sebagai penyelamat kemenangan MU lewat gol-golnya. Muncul dari lini kedua, tendangan keras pemain Republik Irlandia ini tidak jarang menjadi penentu kemenangan. Aset berharga lain yang dimiliki MU dalam diri Keane adalah tekel-tekel kerasnya. Walaupun gara-gara kebiasaan itu ia kerap dijatuhi hukuman, namun di sisi lain berkat jasanya itu pula MU bisa berjaya. Sedikit pemain yang bisa lolos dari tackling-nya. Keane akan memenangkan perebutan bola atau menjatuhkan lawan demi area yang dijaganya.Seluruh kemampuan yang dimilikinya itu -- memenangi perebutan bola, determinasi, tekel serta stamina, dan kemampuan menusuk ke kotak penalti untuk membuat gol-gol vital -- telah membuat posisi Keane makin tidak tergantikan.Dan MU akan kehilangan itu semua saat Roy Keane memutuskan angkat kaki hari Jumat (18/11/2005) kemarin. Sebuah kehilangan besar bagi sebuah tim besar.(Sumber foto: AFP/Paul Barker). (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads