sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 21 Jan 2020 08:06 WIB

Guardiola: Inggris Menyakiti Diri Sendiri dengan Jadwal Padat Premier League

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Pep Guardiola menilai timnas Inggris merusak diri sendiri dengan jadwal padat Premier League. (Foto: Clive Mason / Getty Images)
Jakarta - Pep Guardiola percaya Inggris menyakiti diri sendiri dengan padatnya jadwal Premier League. Jadwal padat tak menolong peluang Inggris di Piala Eropa.

Peluang Inggris di Piala Eropa 2020 saat ini dalam posisi terancam. Dua penyerang terbaik tim Tiga Singa yakni Harry Kane dan Marcus Rashford dalam posisi cedera.

Kane bahkan diperkirakan absen hingga awal musim depan karena cedera robek tendon pada hamstring-nya. Sementara Rashford yang mengalami retak pada tulang punggungnya harus menepi minimal tiga minggu, tak termasuk waktu yang dibutuhkannya untuk kembali prima.


Manajer Manchester City Pep Guardiola menilai ini adalah dampak dari jadwal padat dan menguras fisik di Liga Inggris. Ia cuma berharap tak ada korban lain mengingat Kane dan Rashford saja sudah merupakan dua pemain kunci timnas Inggris.

"Ya, itu adalah pukulan telak untuk Gareth (Southgate - manajer timnas Inggris) dan tim nasional. Harry Kane dan Marcus Rashford itu pemain luar biasa, pemain penting untuk mereka," ujar Guardiola dikutip Sky Sports.

"Saya rasa timnas Inggris punya banyak opsi, bukan cuma dua orang ini, tapi semoga tidak ada korban lain lagi dan mereka bisa pulih. Masih ada berbulan-bulan sebelum Piala Eropa, tapi ini sudah terjadi," imbuhnya.


Inggris dikenal punya periode padat antara Desember-Januari, tepatnya jelang Natal hingga Tahun Baru. Jadwal laga di bulan Januari secara khusus bertambah karena tim-tim Premier League mulai bertarung di Piala FA.

Guardiola percaya para pejabat Asosiasi Sepakbola Inggris semestinya memahami bahwa ada harga mahal yang harus dibayar dengan jadwal sepadat itu.

"Luar biasa, lo, jumlah pertandingannya. Sekarang karena dua pemain ini, mereka mulai menyadari. Tapi melihat ke belakang, mungkin mereka tak paham berapa banyak cedera yang Newcastle atau kami alami," sambung manajer asal Catalunya ini.


"Untuk semua tim, normal saja bahwa ketika Anda menjalani begitu banyak laga, cepat atau lambat akan rusak juga (kondisi pemain). Saya tak terlalu terkejut. Saya menyesalkan keadaan ini untuk mereka dan juga untuk para pemain saya."

"Dengan jumlah pertandingan seperti ini, hal semacam ini akan terjadi dan setelah itu orang-orang di administrasi tidak bisa komplain," imbuhnya.

Simak Video "Ini 4 Tim yang Lolos ke Piala Eropa 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com