sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 28 Jan 2020 08:42 WIB

Klopp Berencana Mainkan Bocah di Laga Replay, FA Didesak Hukum Liverpool

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
LONDON, ENGLAND - JANUARY 11: Jurgen Klopp, Manager of Liverpool reacts during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Liverpool FC at Tottenham Hotspur Stadium on January 11, 2020 in London, United Kingdom. (Photo by Justin Setterfield/Getty Images) Juergen Klopp berencana menurunkan tim Liverpool U-23 untuk laga replay Piala FA melawan Shrewsbury Town (Foto: Justin Setterfield/Getty Images)
Jakarta -

Juergen Klopp dikecam karena keputusannya menurunkan tim Liverpool U-23 untuk laga replay di Piala FA. FA pun didesak agar menghukum Liverpool.

Liverpool dipaksa harus menjalani laga ulangan di babak keempat Piala FA oleh Shrewsbury Town. The Reds ditahan imbang 2-2 saat bertanding di markas tim League One itu akhir pekan kemarin.

Pertandingan replay dijadwalkan akan digelar di Anfield pada 4 Februari. Itu berarti jeda musim dingin Liverpool --yang jatuh tanggal 2-16 Februari-- bakal terpotong.

Tak mau jatah libur skuadnya terpotong, Klopp memutuskan akan menurunkan tim U-23 untuk laga replay. Karena Klopp dan stafnya juga libur, Neil Crithcley yang akan memimpin tim seperti saat menghadapi Aston Villa di Piala Liga Inggris.


Keputusan Klopp itu dikecam oleh bos Accrington Stanley, Andy Holt. Menurutnya, sikap Klopp dan Liverpool sudah kelewatan hingga layak dihukum.

"Juergen, LFC Anda mempermalukan diri sendiri. Anda menodai reputasi Anda. Pikirkan kembali di mana Anda berjalan dari sini," Holt menulis di akun Twitter-nya seperti dikutip Sky Sports.

"Anda membunuh Piala FA. Ada tuntutan untuk membunuh Piala Liga Inggris. Anda membunuh kami. Ini adalah pertarungan yang harus dimenangi FA atau kompetisi andalannya sepenuhnya dirusak."

"Ini adalah pertarungan yang harus EFL (Liga Inggris) menangi, atau mereka tutup toko saja. LFC perlu dikecam dan didenda besar. Ini bukan sepakbola mereka. Ini sepakbola kami."

"Jalan yang kami lalui, selalu kalah dari keserakahan Premier League, harus dihentikan. Mungkin pemerintah atau suporter yang harus berjuang untuk kami pada akhirnya. Dengan tidak adanya FA dan EFL yang kuat, mungkin tidak ada pilihan lain."

"Ada stadion dijual, klub saling menuntut, gaji yang tidak dibayar, klub bangkrut setelah tersingkir... Berapa banyak bukti lagi yang dibutuhkan agar FA dan EFL melihat ini sudah terlalu jauh? SEPAKBOLA KESULITAN. Bertindaklah untuk piramida kami atau pergi."



Simak Video "Turunkan Skuad U-23, Liverpool Bungkam Shrewsbury Town 1-0"
[Gambas:Video 20detik]
(nds/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com