ADVERTISEMENT

Haruskah Guardiola Marah-marah Lagi?

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 03 Feb 2020 20:23 WIB
SHEFFIELD, ENGLAND - JANUARY 21: Pep Guardiola, Manager of Manchester City looks on prior to the Premier League match between Sheffield United and Manchester City at Bramall Lane on January 21, 2020 in Sheffield, United Kingdom. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Pep Guardiola harus marah-marah agar Manchester City tampil sip lagi? (Foto: Catherine Ivill/Getty Images)
Manchester -

Pep Guardiola mengaku tidak marah kepada pemainnya usai ditaklukkan Tottenham Hotspur 2-0. Tapi, apa harus manajer asal Spanyol itu marah-marah lagi supaya timnya lebih oke?

Manchester City
kalah 0-2 dari Tottenham di pekan ke-25 Liga Inggris. Meski demikian, melihat catatan statistik, City sebenarnya jauh lebih dominan dalam pertandingan yang digelar di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (2/2/2020) malam WIB itu.

Dicatat oleh Opta, penguasaan bola City mencapai 67,4 persen. Sergio Aguero dkk juga melepaskan 18 tembakan, unggul jauh atas Tottenham yang cuma bikin tiga tembakan.

Kekalahan itu membuat City semakin jauh tertinggal dari Liverpool. Menempati peringkat kedua klasemen Liga Inggris dengan 51 poin, The Citizens kini terpaut 22 poin dari Liverpool.



Dear Manchester City, Mau Guardiola Marah-marah Lagi?Spurs taklukan City 2-0 (Getty Images)



Usai pertandingan, seperti dilaporkan oleh Daily Mail, Guardiola 'mengurung' para pemain City selama 50 menit di ruang ganti. Meski demikian, Guardiola mengaku tak memarahi para pemainnya.

"Saya tidak marah, tapi kalau kami tidak bermain bagus dan tidak berjuang keras barulah saya marah," kata Guadriola.

Guardiola menjelaskan, ketika kalah dia akan menjauh dari pemain dan memberikan waktu berpikir. Pun apalagi saat kalah dari Tottenham, Guardiola mengaku timnya tidak main jelek-jelek amat.

"Kami berusaha sebaik mungkin dan menciptakan peluang. Tapi rasanya, itu tidak cukup," ujarnya.

Guardiola memilih move on dan meminta pemainnya fokus untuk pertandingan selanjutnya. Apalagi, The Citizens masih harus melawan musuh berat di babak 16 besar Liga Champions yakni Real Madrid.

Pep Guardiola mengaku tidak marah-marah ke timnya setelah dikalahkan SpursPep Guardiola mengaku tidak marah-marah ke timnya setelah dikalahkan Spurs (Catherine Ivill/Getty Images)



Mengenal Guardiola lebih dekat, eks manajer Barcelona ini kerap sekali marah-marah kepada timnya. Bahkan, dia tak segan untuk berdebat dengan para pemainnya.

Ketika melatih Manchester City, Guardiola juga pernah marah besar. Tepatnya di tahun 2018, di babak kelima Piala FA saat Manchester City bertamu ke kandang Wigan.

Menjelang half time, pemain City Fabian Delph dikartu merah. Alhasil, Guardiola harus memutar otak.

Ketika semua pemain sudah di ruang ganti, Guardiola masuk belakangan. Sambil berjalan dia berteriak 'sit down, nobody talk, sit down, drink water and relax!'.

[Gambas:Youtube]



Suara Guardiola sangat kencang. Dalam cuplikan dari Youtube resmi Manchester City yang dilihat detiksport, Guardiola sungguh marah besar.

"Saya bukanlah pelatih yang terbaik, saya juga pernah salah, saya tahu itu. Saya hanya berusaha melatih yang terbaik, itu saja," katanya dengan nada tinggi.

Meski sudah marah-marah, Manchester City nyatanya tetap kalah di pertandingan itu. Namun sudah tentu, Kevin De Bruyne dkk sudah tahu bagaimana seramnya Guardiola kalau marah.




Simak Video "Misi Balas Dendam Guardiola untuk Chelsea-nya Tuchel"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT