sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 11 Feb 2020 14:02 WIB

Menanti Premier League 'Rasa' Netflix

Mohammad Resha Pratama - detikSport
LONDON, ENGLAND - OCTOBER 19:  General View of DeAndre Yedlin of Newcastle Uniteds tattoos and the Premier League Logo during the Premier League match between Chelsea FC and Newcastle United at Stamford Bridge on October 19, 2019 in London, United Kingdom. (Photo by Paul Harding/Getty Images) Premier League bakal disiarkan seperti Netflix (Paul Harding/Getty Images)
London -

Terobosan baru bakal digunakan oleh otoritas Premier League. Mereka ingin mengikuti jejak Netflix dalam hal siaran pertandingan Liga Inggris.

Selama ini tontonan Premier League yang biasa Anda saksikan di layar kaca atau kini di layar ponsel semuanya berasal dari Premier League. Di sana Premier League punya tim produksi sendiri.

Nantinya, pihak Premier League akan menjualnya kepada stasiun TV berbayar di seluruh dunia melalui agen atau pun bidding secara langsung. Di Inggris saja, Sky Sports dan BT Sports memonopoli sejak lama, sebelum muncul Amazon musim ini.

Meski demikian, harga yang harus dibayar fans untuk bisa berlangganan terbilang mahal. Untuk biaya per bulannya, Sky Sports dan BT Sports menarik 75 hingga 80 paun atau sekitar Rp 1,4 juta per bulannya.

Angka tersebut pun bisa naik lagi per musimnya tergantung dari kesepakatan dengan Premier League. Lama-kelamaan pun diprediksi akan memberatkan fans yang juga harus membayar mahal untuk tiket.



Oleh karenanya, Premier League pun mulai mencari berbagai acara agar pertandingan setiap pekannya bisa dinikmati secara langsung oleh fans di seluruh kompetisi, dengan harga ramah untuk kantong.

Salah satunya dalah Premier League ingin menggunakan sistem OTT (Over The Top) seperti halnya Netflix. Mereka ingin mendobrak cara tradisional dengan memberikan layanan Premier League secara langsung ke pengguna.

"Selama proses biddng untuk musim 2019/2022, kami menghabiskan waktu dan biaya untuk mempelajari cara memberikan tontonan langsung kepada konsumer," ujar CEO Premier League, Richard Masters, kepada talkSPORT.

"Kami akan mempertimbangkan apakah secara strategi itu sudah tepat dan akan melakukan uji pasar. Tapi, kami malah tidak melakukannya," sambungnya.

"Kami sudah siap sebenarnya dari kemarin-kemarin dan kami tentu akan siap jika kesempatan itu muncul lagi. Pada akhirnya Premier League nanti akan beralih ke perpaduan antara penjualan langsung ke pelanggan dan hak siar media secara tradisional."



Untuk biaya langganan, Masters menyebut Premier League akan coba menarik tarif serendah mungkin demi mendapat pelanggan yang lebih banyak.

"Jika Anda membawa konsep Netflix dalam sepakbola, Anda akan mendapat 100 juta pelanggan di seluru dunia dengan hanya membayar 9 paun (Rp 160 ribu) per bulan. Anda tidak bisa menolak harga semurah itu."

"Anda tentu ingin mendapat untung 11 miliar paun per tahun ketimbang 8,1 miliar paun dalam tiga tahun. Anda bisa membangun model bisnis yang mendatangkan banyak keuntungan, modal yang terus berkembang, dan jangkauannya sangat luas."

Menanti Premier League 'Rasa' Netflix


Simak Video "Gol-gol Terbaik Liga Inggris 2019/2020, Mana Favoritmu?"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com