sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 03 Apr 2020 10:41 WIB

Klub Premier League Mesti Potong Gaji Pemain atau Pajak Naik!

Mohammad Resha Pratama - detikSport
LONDON, ENGLAND - MARCH 04: Troy Parrott of Tottenham Hotspur is consoled by teammate Jan Vertonghen after the FA Cup Fifth Round match between Tottenham Hotspur and Norwich City at Tottenham Hotspur Stadium on March 04, 2020 in London, England. (Photo by Julian Finney/Getty Images) Pemain Tottenham Hotspur harus dipotong gaji atau pajak klub bakal naik (Getty Images/Julian Finney)
London -

Pemerintah Inggris mengancam klub Liga Inggris yang tak mau memotong gaji para pemainnya. Bakal ada sanksi berupa kenaikan tarif pajak. Nah, lo!

Tottenham Hotspur, Norwich City, dan Newcastle United sudah memangkas gaji para karyawannya karena pandemi virus corona. Pihak klub berdalih dengan aturan cuti pemerintah Inggris yang mewajibkan gaji harus dipotong.

Meski demikian langkah itu justru dikritik keras, termasuk oleh pejabat-pejabat pemerintahan di sana, karena di saat bersama para pemain masih menikmati gaji penuh. Hal ini dianggap tidak manusiawi karena para karyawan tersebut juga punya peran penting untuk menjalankan roda klub.

Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris (PFA) malah meminta para pemain menunda dulu pemotongan gaji sampai ada kejelasan hitam di atas putih. Mau tak mau pemerintah dan parlemen Inggris harus turun tangan.

Ketua Komisi Digital, Kebudayaan, Media dan Olahraga (DMCS) Parlemen Inggris, Julian Knight, yang berasal dari Partai Konservatif sudah mengirim surat kepada Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak agar menaikkan pajak klub-klub tersebut sebagai hukumannya.



Nantinya, kelebihan pajak ini akan dikembalikan lagi ke para karyawan klub-klub Liga Inggris yang mengalami pemotongan gaji. Di Tottenham saja ada 550 karyawan yang harus rela dipotong gajinya untuk bulan April dan Mei.

"Saya menulis surat ini sebagai bentuk kekecewaan atas keputusan beberapa klub Premier League yang memotong gaji staff non-sepakbola mereka di saat gaji pemain dibayar penuh. Secara moral ini sangat salah, khususnya terkait para pemain yang mendapat gaji besar," ujar Knight di BBC.

"Staf non-pemain itu tugasnya menjaga klub Premier League agar tetap berjalan dengan baik, memastikan keuangan klub sehat, administrasi, seragam pemain, stadion, dan fasilitas pemain. Tidak adil jika staf tersebut harus dipotong gajinya sementara pemain digaji penuh."

"Jika klub Premier League tetap mempertahankan langkah ini, maka mereka harus dihukum. Saya akan meminta Premier League mencari penengah untuk membuat kesepakatan antarklub."

"Jika tidak ada tindak lanjut sampai 7 April, maka pajak klub Premier League itu harus dinaikkan untuk menyeimbangkan pengeluaran gaji para pemainnya. Nantinya dana ini bisa diberikan untuk membayar gaji staf klub, atau membantu kompetisi amatir agar tetap hidup di masa sulit seperti sekarang."



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com