sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 09 Apr 2020 00:05 WIB

Shearer Kritik Klub-klub Top Premier League yang Tetap Rumahkan Karyawan

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
BOURNEMOUTH, ENGLAND - SEPTEMBER 15:  Raindrops are seen on a Premier League logo prior to the Premier League match between AFC Bournemouth and Brighton and Hove Albion at Vitality Stadium on September 15, 2017 in Bournemouth, England.  (Photo by Mike Hewitt/Getty Images) Alan Shearer kritik klub-klub besar Premier League yang merumahkan karyawan. (Foto: Mike Hewitt/Getty Images)
Jakarta -

Alan Shearer menyoroti klub-klub top Premier League yang merumahkan karyawan di tengah krisis Corona. Penyerang legendaris Inggris itu menyayangkannya.

Sejumlah klub Premier League memutuskan merumahkan karyawan non-sepakbola di tengah krisis akibat virus Corona. Mereka antara lain Tottenham Hotspur, Newcastle United, Bournemouth, dan Norwich City.

Klub-klub ini memanfaatkan aturan pemerintah Inggris, di mana mereka hanya akan membayar 20% gaji para staf tersebut jika merumahkan mereka. Sementara 80% sisanya ditanggung oleh pemerintah Inggris.

Liverpool sempat menyatakan akan merumahkan karyawan juga, tapi kemudian membatalkannya. Mereka dihujani dikritik karena langkah yang pertama, mengingat sudah meraup pendapatan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Shearer lega dengan langkah Liverpool, tapi masih kecewa dengan klub besar lainnya. Menurutnya aturan dari pemerintah ditujukan untuk tim-tim kecil yang berpotensi bangkrut, bukan tim-tim besar yang punya pemasukan masif.

"Permainan ini adalah target yang mudah karena jumlah uang yang terlibat di dalamnya. Tapi ada begitu banyak pekerjaan besar yang dilakukan para pemain, manajer, dan klub-klub di komunitas lokal mereka dan lebih dari itu, yang seringkali tak terlihat," tulisnya dalam kolom di BBC.

"Jadi ya disayangkan melihat beberapa klub Premier League merumahkan staf, ketika kelihatannya bisa dihindari. Skeman itu bukan dihadirkan untuk membantu perusahaan-perusahaan yang menghasilkan jutaan paun dalam beberapa tahun terakhir."

"Itu dimaksudkan untuk bisnis-bisnis lebih kecil yang bisa bangkrut, yang stafnya mungkin tidak bisa kembali mendapatkan pekerjaan. Liverpool sudah membatalkan keputusannya dalam pekan ini untuk merumahkan staf non-sepakbola, tapi ada klub-klub Premier League lain yang tak mengambil keputusan terlalu baik dan sejauh ini, tetap dijalankan."

"Sesuatu yang benar untuk Norwich, atau klub-klub di posisi yang jauh lebih rendah di piramida kompetisi yang akan kepayahan bertahan dari krisis ini, tidak sepenuhnya tepat untuk klub-klub yang disebut besar," ungkapnya.

Dua klub top lainnya yakni Manchester City dan Manchester United memastikan tak akan merumahkan karyawan dan tetap menggaji penuh mereka.



Simak Video "Arsenal Akan Mulai Latihan Pekan Depan, Tetap Ada Aturan Ketat"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com