Mesut Oezil Tolak Pemotongan Gaji Pemain Arsenal

Bayu Baskoro - Sepakbola
Selasa, 21 Apr 2020 10:30 WIB
Soccer Football - Carabao Cup - Third Round - Arsenal v Nottingham Forest - Emirates Stadium, London, Britain - September 24, 2019  Arsenals Mesut Ozil looks dejected as he is substituted               Action Images via Reuters/Tony OBrien  EDITORIAL USE ONLY. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or
MEsut Oezil menolak pemotongan gaji pemain Arsenal. (Foto: Action Images via Reuters/Tony O'Brien)
London -

Para pemain Arsenal dan manajer Mikel Arteta sepakat dikenai pemotongan gaji. Meski demikian, Mesut Oezil kabarnya menolak kebijakan tersebut. Apa alasannya?

Arsenal memotong gaji para pemain dan manajer sebesar 12,5 persen selama setahun. Kebijakan itu disampaikan Meriam London melalui laman resmi klub, Selasa (21/4/2020) dini hari WIB.

Pemangkasan gaji dilakukan Arsenal untuk menekan pengeluaran klub. Hal ini berkaitan dengan pemasukan tim yang terganggu lantaran wabah virus Corona yang menghentikan kompetisi Liga Inggris sejak 9 Maret lalu.

Kendati demikian, beberapa penggawa Arsenal disebut menolak keputusan pemotongan gaji tersebut. Salah satunya adalah Oezil, pemain dengan gaji tertinggi di Emirates Stadium sebesar 350 ribu paun per pekan.

Melansir Mirror, Oezil menolak pemotongan gaji itu lantaran ia tak mau tergesa-gesa mengambil keputusan. Pemain 31 tahun itu kabarnya bakal bersedia melakukannya di masa depan, tetapi dengan melihat dampak penuh dari virus Corona.

Meski dirinya menolak pemotongan gaji, tetapi Oezil tetap menghormati para pemain lainnya dan keputusan klub. Namun, ia juga meminta mereka menghargai sikap yang diambilnya itu.

Agen Oezil, Dr Erkut Sogut, menolak berkomentar soal penolakan Oezil tersebut. Walau begitu, ia berpendapat jika para pemain tak seharusnya dikenai pemotongan gaji.

"Penangguhan adalah suatu pilihan, tetapi tidak untuk menyetujui pemotongan gaji hari ini ketika klub-klub masih dapat menghasilkan keuntungan yang sama seperti tahun lalu. Apa dampak finansial sebenarnya pada klub bisa dilihat dalam tiga hingga enam bulan kemudian, tetapi tak bisa hanya melihatnya pada hari ini saja," ujar Sogut, dilansir dari Mirror.



Simak Video "Prediksi Liverpool vs Arsenal Bersama Bigreds Balikpapan dan AIS Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/pur)