sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 23 Apr 2020 05:45 WIB

Beli Newcastle United, Upaya Sportswashing Arab Saudi?

Yanu Arifin - detikSport
Logo Newcastle United Newcastle United kabarnya akan dibeli oleh konsorsium Arab Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Kerajaan Pangeran Mohammed bin Salman. (Foto: (Getty Images/Mark Runnacles)
London -

Arab Saudi disorot karena bakal mengakuisisi klub Premier League, Newcastle United. Ada anggapan niatan itu sebagai bentuk sportswashing.

Public Investment Fund (PIF), konsorsium Arab Saudi yang dipimpin sang Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman, berencana mengakuisisi Newcastle. Dana sekitar 300 juta paun, atau Rp 5,7 triliun disiapkan.

Wacana konsorsium Arab membeli Newcastle sudah muncul sejak tahun lalu. Namun, laporan terakhir menyebut finalisasi pembelian klub Liga Inggris itu bakal rampung.

Niat pihak Arab membeli Newcastle rupanya disorot, juga dikecam. Pasalnya, banyak yang mengaitkan isu pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan Arab.

Amnesty International Inggris misalnya, mengingatkan citra Premier League bisa ikut runtuh akibat klubnya dibeli pihak yang diduga membuat pelanggaran HAM. Apa yang dilakukan Arab pun dianggap sebuah bentuk sportswashing.

"Ini tampaknya sudah ada wacananya jadi tidak mengherankan, tetapi kami masih perlu melihatnya apa apa ini: Arab Saudi berusaha menggunakan glamor dan prestise sepakbola Liga Premier sebagai alat untuk mengalihkan perhatian dari negaranya, yakni catatan hak asasi manusia yang buruk," kata Felix Jakens, Kepala Kampanye Amnesty International Inggris.

"Ada nama untuk hal ini, namanya 'sportswashing.' Dengan dunia sedang krisis karena coronavirus, ada risiko kesepakatan ini dapat berlanjut tanpa tingkat pengawasan yang seharusnya," jelasnya, seperti dilansir CNN.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com